Askaranews.com. Kota Tanjungpinang-Sekitar 150 anak dan pelajar dari jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP se-Kota Tanjungpinang mengikuti kegiatan Museum Berkisah di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang.
Mengusung tema “Jejak Langkah Lintas Zaman Budaya”, kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah dan warisan budaya daerah kepada generasi muda melalui pendekatan bercerita yang menarik, edukatif, dan interaktif.
Kegiatan tersebut menghadirkan Amrie Poerbha Yogya Sayektie, M.Pd., CT, yang dikenal dengan sapaan Kak Aam “Sabarmen”, sebagai pencerita, trainer, dan pemerhati anak remaja. Melalui cerita yang disampaikan, peserta diajak mengenal perjalanan sejarah Tanjungpinang serta memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan kegiatan Museum Berkisah merupakan salah satu upaya mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Melalui Museum Berkisah, kita ingin memperkenalkan sejarah dan budaya Tanjungpinang dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap budaya daerah, serta kebanggaan terhadap identitas Tanjungpinang,” ujarnya.
Menurut Nazri, pengenalan sejarah sejak dini penting dilakukan agar generasi muda memahami perjalanan daerahnya dan turut berperan dalam menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Siti Umi Muslimah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi museum sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah daerah.
“Kami ingin museum semakin dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Dengan kegiatan bercerita seperti ini, sejarah tidak hanya disampaikan melalui koleksi dan informasi tertulis, tetapi juga melalui cerita yang lebih hidup, sehingga pengunjung dapat memahami keterkaitan antara masa lalu dan kehidupan saat ini,” ungkapnya.
Suasana kegiatan turut dimeriahkan penampilan hadroh dari ibu-ibu MR. HUBBUL MUSTHOFA di bawah pimpinan Ibu Nani Atika. Penampilan tersebut menambah semarak acara sekaligus menghadirkan nuansa religi dan kebersamaan dalam kegiatan yang mengangkat sejarah dan kebudayaan daerah.
Melalui kegiatan ini, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah diharapkan semakin berperan sebagai ruang edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak dan pelajar. Museum tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi bersejarah, tetapi juga sarana belajar untuk mengenal perjalanan daerah, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Museum Berkisah menjadi salah satu kegiatan yang melengkapi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang, sejalan dengan semangat “Berbenah Bersama, Berkarya Nyata, Maju Sejahtera” untuk membangun daerah tanpa melupakan sejarah dan jati diri budaya. (Red)


























