Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Nasional

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

badge-check


 BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis Perbesar

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

Askaranews.com. Jakarta-Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar praktik culas yang mengancam kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkap adanya dugaan penyimpangan berupa pemotongan anggaran atau permintaan setoran yang dilakukan oleh oknum yayasan terhadap mitra pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Praktik tidak terpuji ini dinilai merugikan mitra pengelola sekaligus berpotensi mengorbankan mutu gizi makanan yang seharusnya diterima masyarakat penerima manfaat secara optimal.

Berdasarkan temuan di lapangan, Sudaryono membeberkan bahwa sejumlah mitra dapur dimintai potongan berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang disalurkan.

Tragisnya, pangkasan dana tersebut dituntut oleh pihak yayasan yang sama sekali tidak ikut berkeringat maupun menyetor modal dalam operasional harian. Menurut Sudaryono, kondisi itu terjadi ketika mitra merupakan pihak yang mengeluarkan modal untuk membangun dan menjalankan dapur MBG.

Sementara itu, terdapat yayasan yang dinilai tidak terlibat langsung dalam operasional dapur tetapi tetap meminta setoran.

Ia mengatakan persoalan tersebut dapat berdampak terhadap kualitas makanan yang diterima penerima manfaat. Potongan biaya, kata Sudaryono, berpotensi membuat mitra mengurangi kualitas menu yang disediakan.

Menanggapi fenomena yang mencederai integritas program ini, BGN menegaskan tidak akan tinggal diam dan bersiap mengambil langkah drastis tanpa toleransi.

BGN pun menyatakan akan mengambil tindakan terhadap yayasan yang terbukti melakukan pungutan tersebut. Sudaryono menegaskan kerja sama dengan pihak yang bermasalah dapat dihentikan.

Guna menutup celah permainan kotor tersebut serta menjamin transparansi pengelolaan, BGN kini memperketat sistem tata kelola operasional dengan meluncurkan kanal pendaftaran khusus yang memisahkan peran setiap pihak secara tegas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi, masing-masing untuk yayasan dan mitra. Mitra yang merasa dirugikan juga diberikan ruang untuk menyampaikan bukti serta mengajukan pergantian yayasan.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan seluruh anggaran negara yang dialokasikan benar-benar terserap demi pemenuhan gizi masyarakat tanpa ada kebiasaan “sunat” anggaran di tengah jalan.

Sudaryono menegaskan mekanisme tersebut disiapkan agar mitra dapat memilih yayasan yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap operasional dapur MBG. (Red)

Baca Lainnya

EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat

24 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional

24 Oktober 2026 - 11:04 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional