Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih Optimalisasi Pasokan Air Bagi Warga, Ini Langkah BP Batam INDONESIA NEGERI BERACUN PII Aceh Soroti Akses Pendidikan Pidie Jaya, Darwati Siap Suarakan ke Pusat 321.932 Pekerja Telah Terlindungi, Batam Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026 Polri Resmikan Logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Pelayanan Publik

Nasional

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

badge-check


 BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis Perbesar

BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

Askaranews.com. Jakarta-Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar praktik culas yang mengancam kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkap adanya dugaan penyimpangan berupa pemotongan anggaran atau permintaan setoran yang dilakukan oleh oknum yayasan terhadap mitra pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Praktik tidak terpuji ini dinilai merugikan mitra pengelola sekaligus berpotensi mengorbankan mutu gizi makanan yang seharusnya diterima masyarakat penerima manfaat secara optimal.

Berdasarkan temuan di lapangan, Sudaryono membeberkan bahwa sejumlah mitra dapur dimintai potongan berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang disalurkan.

Tragisnya, pangkasan dana tersebut dituntut oleh pihak yayasan yang sama sekali tidak ikut berkeringat maupun menyetor modal dalam operasional harian. Menurut Sudaryono, kondisi itu terjadi ketika mitra merupakan pihak yang mengeluarkan modal untuk membangun dan menjalankan dapur MBG.

Sementara itu, terdapat yayasan yang dinilai tidak terlibat langsung dalam operasional dapur tetapi tetap meminta setoran.

Ia mengatakan persoalan tersebut dapat berdampak terhadap kualitas makanan yang diterima penerima manfaat. Potongan biaya, kata Sudaryono, berpotensi membuat mitra mengurangi kualitas menu yang disediakan.

Menanggapi fenomena yang mencederai integritas program ini, BGN menegaskan tidak akan tinggal diam dan bersiap mengambil langkah drastis tanpa toleransi.

BGN pun menyatakan akan mengambil tindakan terhadap yayasan yang terbukti melakukan pungutan tersebut. Sudaryono menegaskan kerja sama dengan pihak yang bermasalah dapat dihentikan.

Guna menutup celah permainan kotor tersebut serta menjamin transparansi pengelolaan, BGN kini memperketat sistem tata kelola operasional dengan meluncurkan kanal pendaftaran khusus yang memisahkan peran setiap pihak secara tegas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi, masing-masing untuk yayasan dan mitra. Mitra yang merasa dirugikan juga diberikan ruang untuk menyampaikan bukti serta mengajukan pergantian yayasan.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan seluruh anggaran negara yang dialokasikan benar-benar terserap demi pemenuhan gizi masyarakat tanpa ada kebiasaan “sunat” anggaran di tengah jalan.

Sudaryono menegaskan mekanisme tersebut disiapkan agar mitra dapat memilih yayasan yang benar-benar memberikan kontribusi terhadap operasional dapur MBG. (Red)

Baca Lainnya

Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih

15 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polri Resmikan Logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Pelayanan Publik

15 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI, Perkuat Sinergi jaga keamanan dan Kerukunan

14 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Abdul Kohar Ruslan Soroti Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Penegakan Hukum Transparan

14 Oktober 2026 - 05:32 WIB

Ketua Umum EN-LMND Yoga Aldo Novensi Mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sumsel usai adanya aksi premanisme terhadap massa aksi di Mapolda Sumsel

14 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Trending di Nasional