Askaranews.com. Batam-Udara di Kota Batam dan sekitarnya akhir-akhir ini terasa semakin terik dan gerah. Kondisi cuaca yang panas dan kering ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam meningkatkan kewaspadaan. Ancaman yang paling diwaspadai adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, BMKG Batam sudah mengeluarkan peringatan tentang fenomena iklim El Nino dengan intensitas kuat, yang sering disebut Godzilla El Nino, yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini.
Akibatnya, curah hujan semakin minim dan tutupan awan sangat sedikit. Suhu udara di Batam perlahan merangkak naik hingga mencapai 33 derajat Celsius.
Kondisi ini tidak hanya berisiko menyusutkan cadangan air di waduk, tetapi juga meningkatkan potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan.
Menghadapi situasi ini, Kepala BMKG Kota Batam yang diwakili oleh Forecaster BMKG, Riska, menyampaikan imbauan serius. Ia mengatakan lingkungan yang mengering saat ini membutuhkan pengawasan ekstra dan langkah antisipasi dari semua elemen masyarakat.
“Cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya akan membuat vegetasi atau lahan gambut di beberapa wilayah Kepri lebih mudah terbakar jika dipicu oleh aktivitas manusia,” ujar Riska, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, lahan gambut dan semak belukar yang terus-menerus terpapar panas matahari kini telah berubah menjadi bahan bakar alami yang sangat rentan tersulut api. BMKG menegaskan, penyebab utama karhutla seringkali berawal dari kelalaian dan aktivitas manusia yang dianggap sepele.
Untuk mencegah meluasnya titik api yang bisa memicu kabut asap, BMKG mengeluarkan larangan tegas. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di ruang terbuka.
“Untuk himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan: tidak membuka pembakaran lahan dan jangan buang puntung rokok atau benda yang mudah terbakar di semak atau area kering,” tegas Riska memperjelas imbauannya.
Dengan kondisi cuaca yang diprediksi masih akan didominasi panas dan gerah, BMKG berharap masyarakat Kepri, khususnya Batam, bisa meningkatkan kepedulian bersama. Kesadaran kolektif untuk tidak membakar lahan dan menghemat penggunaan air bersih dinilai sebagai kunci utama agar Batam terhindar dari krisis lingkungan selama puncak kemarau berlangsung. (Red)























