AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Banten

Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten

badge-check


 Mahasiswa Cipayung Plus Serang Serukan Aksi Besar: Kritik “Serakahnomics” Menggema di Banten Perbesar

Askaranews.com. Serang–Gelombang kritik terhadap kondisi ekonomi nasional kembali menguat, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam “Cipayung Plus Serang” menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Seruan aksi tersebut tersebar melalui poster digital bernuansa merah yang menampilkan simbol organisasi mahasiswa seperti HMI, IMM, GMNI, dan elemen Cipayung Plus lainnya, dalam poster itu, massa aksi mengusung tema:

“Negara Dikerubungi Serakahnomics, Rakyat Sengsara”

Narasi tersebut menjadi bentuk kritik keras terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Poster juga menampilkan dua figur pejabat negara dengan bagian mata ditutupi garis merah, menggambarkan simbol perlawanan, kritik sosial, dan tudingan bahwa pemerintah dianggap “tidak melihat” penderitaan rakyat, aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik konsentrasi massa di kawasan KP3B Banten.

Dalam ajakannya, penyelenggara menyerukan partisipasi mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan menyuarakan keresahan publik terhadap berbagai persoalan nasional.

Kalimat penutup dalam poster berbunyi:

“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” yang identik dengan slogan gerakan mahasiswa dalam berbagai aksi sosial-politik di Indonesia.

Fenomena konsolidasi mahasiswa melalui jaringan Cipayung Plus sendiri belakangan marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah aksi serupa muncul di Surabaya, Tasikmalaya, Cirebon, Bone, hingga Sorong dengan isu utama berupa kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan ekonomi, kebijakan fiskal pemerintah, hingga kritik terhadap tata kelola demokrasi.

Di Surabaya, misalnya, massa Cipayung Plus menyoroti pelemahan ekonomi nasional dan kenaikan harga BBM dalam demonstrasi di depan DPRD Surabaya.

Sementara di beberapa daerah lain, mahasiswa menuntut evaluasi terhadap program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran serta mendesak pemerintah lebih fokus pada kesejahteraan rakyat.

Istilah “Serakahnomics” yang digunakan dalam poster aksi di Serang diduga merupakan permainan kata dari “serakah” dan “economics”, yang diarahkan sebagai kritik terhadap sistem ekonomi yang dianggap hanya menguntungkan kelompok elite tertentu, sementara masyarakat luas menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Provinsi Banten maupun aparat keamanan terkait pengamanan aksi tersebut, namun, melihat pola demonstrasi mahasiswa sebelumnya, aparat kepolisian biasanya melakukan pengawalan dan pengamanan guna menjaga aksi tetap berlangsung kondusif. (Red)

Baca Lainnya

Milad ke-33 MAN 1 Cilegon, Kakanwil Kemenag Banten Dorong Peningkatan Kompetensi Siswa

21 Oktober 2026 - 12:36 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

VIRAL!! Janji Pembangunan Kembali, Masjid Nuruttijaroh Dipertanyakan, Aliansi Peduli Banten Desak Bupati Tangerang Bertindak dan Aparat Tuntaskan Proses Hukum Kades Tobat.

11 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kompetensi Dipertanyakan, Aktivis Informasi Minta Gubernur dan DPRD Banten Investigasi KI Banten

10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Soroti Isu Wagub, LBH Peradi Tekankan Standar Moral Pejabat Banten

30 September 2026 - 09:18 WIB

Trending di Banten