10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Kepulauan Riau

Gubernur Ansar Buka Persidangan Sosek Malindo ke-22, Perkuat Kerja Sama Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

badge-check


 Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memukul gong, membuka Persidangan Sosek Malindo ke-22 yang diselenggarakan di Wyndham Panbil Hotel, Batam, Senin (22/6/2026). Forum ini berperan strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan. Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memukul gong, membuka Persidangan Sosek Malindo ke-22 yang diselenggarakan di Wyndham Panbil Hotel, Batam, Senin (22/6/2026). Forum ini berperan strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan.

Askaranews.com. Dompak-Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, membuka Persidangan Tim Teknik dan Kelompok Kerja Pembangunan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) ke-22 Tahun 2026 yang berlangsung di Wyndham Panbil Hotel, Batam, Senin (22/6/2026).

Forum bilateral yang digelar pada 22–25 Juni 2026 tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan dari Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Negeri Johor, dan Negeri Melaka guna memperkuat kerja sama pembangunan sosial ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan kedua negara.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Delegasi Riau, Delegasi Kepulauan Riau, Delegasi Negeri Johor dan Delegasi Malaka serta tamu lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa forum Sosek Malindo memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan kerja sama lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan.

“Pertemuan ini sangat penting karena menghadirkan para pemangku kepentingan dari Johor, Melaka, Riau, dan Kepulauan Riau. Melalui forum ini, berbagai bentuk kerja sama dapat terus diperkuat sehingga wilayah perbatasan dapat tumbuh, maju, dan berkembang di masa mendatang,” ujar Ansar.

Pada kesempatan tersebut, Ansar juga memperkenalkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan yang memiliki 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni.

Dalam pidatonya, Gubernur Ansar menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau.

Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja.

Menurut Ansar, letak geografis Kepri yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan daerah ini memiliki peran penting dalam perdagangan dunia.

“Setiap tahun lebih dari 80 ribu kapal melintasi Selat Malaka dan sekitar 70 juta kontainer bergerak melalui jalur perdagangan internasional ini. Posisi strategis tersebut menjadikan Kepri sebagai salah satu daerah tujuan investasi unggulan di Indonesia,” katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan investasi, pemerintah pusat memberikan sejumlah fasilitas khusus kepada Kepri, di antaranya penetapan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.

Selain itu, Kepri juga memiliki lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang fokus pada sektor industri, teknologi digital, pariwisata, kesehatan, dan energi.

Ansar menjelaskan bahwa KEK Nongsa Digital Park telah berkembang menjadi pusat data dan teknologi informasi yang terintegrasi dengan Singapura.

Sementara itu, KEK Batam yang berfokus pada sektor pariwisata dan kesehatan tengah dipersiapkan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan bertaraf internasional.

Selain sektor industri dan investasi, Ansar menekankan besarnya potensi kelautan Kepri. Dari total wilayah provinsi, sekitar 98 persen merupakan lautan, sehingga sektor maritim menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Ansar mengajak seluruh peserta persidangan untuk memanfaatkan forum Sosem Malindo sebagai wadah memperkuat sinergi dan menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

“Ini adalah kerja mulia. Jika kerja sama ini berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka akan menjadi catatan kebaikan bagi kita semua. Mari bersama-sama membangun kawasan perbatasan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sumber: MC KEPRI
Redaksi: Jabat KH

Baca Lainnya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ansar Ajak Generasi Muda Patriotik, Gigih, dan Berempati.

28 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Wagub Nyanyang Terima Kunjungan International Zheng He Society, Kepri Bidik Peluang Kerja Sama Maritim dan Investasi Global

28 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Titik Wijanarti Pamit Dari Kantor Bahasa Kepulauan Riau

28 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Dewi Ansar Buka OKE GAS di Mapur, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

27 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Pemprov Kepri dan Kejati Kepri Perkuat Pengamanan Proyek Strategis dan Pemulihan Aset Daerah

27 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Trending di Kepulauan Riau