10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang Komitmen Kapolda Jawa Timur menjaga Pemuda: “Pemuda Berani Melawan Narkoba, Menjaga Persatuan dan Masa Depan Jawa Timur” Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

Batam

Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan

badge-check


 Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan Perbesar

Oleh: Iman Ghazali 

Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam belakangan ini semakin menghangat. Aksi mahasiswa yang menuntut evaluasi hingga penghentian program MBG kemudian disusul aksi para pekerja dapur MBG yang meminta program tersebut tetap dilanjutkan karena telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat.

Terbaru, publik kembali dihadapkan pada aksi damai yang melibatkan anak-anak sekolah untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Aksi tersebut bahkan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.
Sebagai warga Kota Batam, saya menilai penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Mahasiswa berhak menyampaikan kritik, begitu pula para pekerja berhak memperjuangkan nasib mereka. Namun, pelibatan peserta didik dalam polemik kebijakan publik perlu menjadi perhatian serius.

Anak-anak harus ditempatkan sebagai subjek yang dilindungi, bukan dijadikan bagian dari tarik-menarik kepentingan. Dunia pendidikan semestinya tetap menjadi ruang yang netral, aman, dan fokus pada proses pembelajaran.
Kehadiran peserta didik dalam aksi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan publik. Apalagi, aksi itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam. Kondisi ini patut dievaluasi agar tidak menimbulkan persepsi bahwa institusi pendidikan telah masuk ke dalam pusaran perdebatan kebijakan publik.

Program MBG pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting. Namun, dukungan maupun kritik terhadap program tersebut seharusnya disampaikan melalui ruang dialog, kajian, dan evaluasi yang objektif, bukan dengan melibatkan anak-anak dalam arena polemik.

Pada akhirnya, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masa depan generasi penerus justru terseret ke dalam perdebatan yang belum tentu mereka pahami secara utuh.

Penulis.
Ketua Umum HMI komisariat Al Aziz Kota Batam

Baca Lainnya

BP Batam Matangkan Pekerjaan Teknis Jalan Gajah Mada, Pembukaan jalan Ditargetkan Sesuai Jadwal

28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Pelayanan Kependudukan Lebih Dekat ke Warga

28 Oktober 2026 - 04:27 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Peduli

28 Oktober 2026 - 04:20 WIB

Bertepatan dengan Hari Bakti ke-55, Kepala BP Batam Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

28 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Pesantren An Ni’mah Sagulung Terbakar, Santri Terlihat Panik dan Berhamburan

27 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Batam