PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang

badge-check


 Stop Boros Pangan, Sisa Makanan Dominasi Sampah di Tanjungpinang Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Sisa makanan menjadi penyumbang terbesar sampah di Kota Tanjungpinang. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan sekitar 60 persen dari 98 ton sampah yang dihasilkan setiap hari pada 2024 merupakan sampah makanan.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang kini menggencarkan Program Stop Boros Pangan (SBP) kepada masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang bertujuan mengurangi pemborosan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, mengatakan besarnya jumlah sampah makanan menunjukkan masih banyak pangan yang terbuang.

“Jika tidak terbuang, jumlahnya diperkirakan setara untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 50 persen masyarakat Tanjungpinang,” ujar Yesi, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, banyak pangan terbuang sebelum sampai ke meja makan masyarakat. Mulai dari hasil panen yang tercecer, rusak saat penyimpanan dan distribusi, membusuk di pasar, hingga makanan yang tidak habis dikonsumsi.

“Setelah dimasak pun belum tentu habis dimakan. Karena itu, potensi kerugian akibat sampah makanan sangat besar,” katanya.

Menurut Yesi, di balik pangan yang dikonsumsi masyarakat terdapat berbagai dukungan pemerintah kepada petani dan nelayan, mulai dari subsidi pupuk dan bahan bakar hingga pelatihan.

“Dalam sepiring nasi itu banyak subsidi pemerintah, begitu juga tempe, ikan, ayam, dan sayur,” ucapnya.

Karena itu, masyarakat diajak membiasakan mengambil makanan secukupnya dan berbelanja sesuai kebutuhan untuk mengurangi pemborosan pangan.

Selain itu, DPPP tengah menyusun surat edaran yang akan disampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang mengenai pengurangan sampah makanan.

“Nanti edarannya ditujukan untuk hotel, restoran, kantin, SPPG, sekolah hingga masyarakat luas karena berpotensi menghasilkan sampah makanan,” tambahnya.

Selain mengampanyekan Stop Boros Pangan, DPPP juga membagikan tote bag kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Itu salah satu bentuk kampanye kami kepada masyarakat, sekaligus untuk mengurangi penggunaan plastik,”  (Red)

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Trending di Tanjungpinang