Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya Lis Dorong Peluang Beasiswa Pascasarjana bagi ASN, Pemko Tanjungpinang Siapkan Kolaborasi dengan UMRAH BPBD Tanjungpinang Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Diponegoro Terima Hibah Dump Truck, Lis Perkuat Penanganan Sampah di Tanjungpinang Wali Kota Lis Ajak DMI Hidupkan Kegiatan Masjid dan Kepedulian Sosial Wagub Nyanyang Apresiasi Angetin Signature, Dorong Rempah Nusantara Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

Batam

Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih

badge-check


 Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih Perbesar

AskaraNews.com-Batam-Ratusan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 22 Januari 2026.

Aksi ini dipicu oleh krisis air bersih yang hingga kini belum mendapat solusi nyata dari pemerintah. Merasa lelah dengan janji-janji yang tak kunjung terealisasi, warga kompak turun ke jalan untuk menyuarakan hak dasar mereka atas air bersih.

Massa aksi mendatangi sejumlah titik strategis, di antaranya Kantor Pemerintah Kota Batam, Gedung DPRD Kota Batam, BP Batam, hingga kantor pengelola air bersih ABH Batam.
Koordinator Penanggung Jawab Aksi, Syamsuddin, menyampaikan tiga tuntutan utama warga di depan Gedung Pemerintah Kota Batam. Namun sangat disayangkan, Wali Kota Batam tidak menemui massa aksi, bahkan tidak memberikan tanda tangan sebagai bentuk penerimaan atas tuntutan yang disampaikan warga.

Dalam orasinya, Syamsuddin menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota tidak menyurutkan semangat warga.
“Walaupun Wali Kota Batam tidak menandatangani tuntutan kami hari ini, kami anggap Pemerintah Kota Batam menyetujui tuntutan tersebut, karena Wali Kota tidak turun menemui warga,” ujarnya dengan nada tegas.

Hal senada disampaikan Haris, selaku Koordinator Aksi. Ia mengaku kecewa atas sikap Wali Kota Batam yang tidak mau menemui warganya sendiri saat aksi damai berlangsung.
“Kami sangat kecewa. Aksi damai ini dilindungi undang-undang. Kami menyampaikan aspirasi secara santun, bukan untuk membuat kerusuhan,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Kalau memang mau mengajak diskusi, apa salahnya berdiskusi secara terbuka? Yang jelas, kami sangat kecewa,” tutupnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti dan krisis air bersih di Tanjung Sengkuang dapat diselesaikan secara serius dan transparan. (Red)

Baca Lainnya

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih

15 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Optimalisasi Pasokan Air Bagi Warga, Ini Langkah BP Batam

15 Oktober 2026 - 09:32 WIB

321.932 Pekerja Telah Terlindungi, Batam Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026

15 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Resmikan Gedung Baru BSI Tanjungpinang, Ansar Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

14 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Trending di Kepulauan Riau