Menu

Mode Gelap
22 Siswa SMA di Meranti Ikuti Festival Senandung Melayu LAMR 2026 Festival Senandung Melayu Pelajar Meranti, MAN 1 dan SMAN 1 Barat Juara Rumah Cahaya Hadir di TPA/TPQ Mushalla Muhajirin RT 05 RW 02 Kampung Baru Gunung Sarik MTQ Nasional XXXI Semarang Resmi Ditutup, Sekda Sumbar Minta Pembinaan Kafilah Diperkuat Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati Amsakar Achmad Kembali Pimpin KAHMI Batam 2026-2031

Kepri

Dispar Kepri Gaungkan Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI di Pulau Penyengat

badge-check


 Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Balai Adat dan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026). Perbesar

Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Balai Adat dan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026).

Askaranews.com. Kepri–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepri terus menggencarkan semangat menjaga kebersihan dan keindahan destinasi wisata melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Balai Adat dan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Rabu (7/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program nasional Gerakan Wisata Bersih sekaligus mendukung gerakan Indonesia ASRI yang terus dikampanyekan di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Melalui gerakan tersebut, budaya menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan kenyamanan kawasan wisata diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Pulau Penyengat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu ikon wisata sejarah dan budaya Melayu di Kepulauan Riau yang memiliki nilai penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kawasan ini dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dengan keberadaan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Kegiatan diawali dengan aksi penghijauan melalui penanaman bibit pohon produktif dan pohon peneduh di sekitar Balai Adat serta kawasan pesisir Pulau Penyengat. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti gotong royong massal membersihkan area Balai Adat dan bibir pantai dari sampah plastik maupun sampah organik.

Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI di Pulau Penyengat melibatkan berbagai unsur dalam upaya menjaga wajah pariwisata Kepulauan Riau

Gerakan Bersama Menjaga Wajah Pariwisata Kepri
Gerakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, instansi vertikal seperti TNI/Polri dan Basarnas, hingga pelajar SMP Negeri 4 Tanjungpinang dan mahasiswa Miftahul Ulum. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran cinta lingkungan dan kepedulian terhadap destinasi wisata sejak dini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan mengatakan, Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menjaga wajah pariwisata Kepri agar tetap bersih, indah, dan berdaya saing.

“Pulau Penyengat adalah ikon wisata sejarah dan budaya Melayu yang mendunia. Kita ingin memastikan para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat Masjid Raya Sultan Riau, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang asri, bersih, sehat, dan nyaman. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Hasan.

Menurutnya, kualitas lingkungan destinasi wisata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat citra Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan Indonesia.

“Melalui Gerakan Wisata Bersih dan Indonesia ASRI, kita ingin membangun budaya sadar wisata yang dimulai dari hal sederhana, yakni menjaga kebersihan dan keindahan destinasi. Kepri memiliki kekuatan wisata bahari, sejarah, dan budaya yang luar biasa dan semuanya harus dijaga bersama,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai destinasi prioritas Kepri sepanjang tahun 2026. Setelah Pulau Penyengat, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan di kawasan Pantai Trikora dan Gurindam 12 Tanjungpinang.

Target 2 Juta Kunjungan dan Green Tourism Destination
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sendiri menargetkan peningkatan kualitas destinasi wisata untuk mendukung capaian dua juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026 sekaligus mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Green Tourism Destination di wilayah Barat Indonesia.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Pulau Penyengat kini tidak hanya menjadi simbol kejayaan budaya Melayu, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata hijau dan berkelanjutan di Kepulauan Riau (Red)

Baca Lainnya

PT TUN Medan Batalkan SK 7 Anggota KPID Kepri, Kadis Kominfo: Amar Keputusannya Sedang Dipelajari Biro Hukum

19 September 2026 - 13:53 WIB

Pemprov Kepri Beri Bantuan Rp500 Juta untuk Gempa di Flores,

19 September 2026 - 08:06 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Perkuat Warisan Budaya dan Ekonomi UMKM Kepri

19 September 2026 - 08:00 WIB

Pendapatan Kepri Diproyeksikan Naik Rp82,19 Miliar dalam Perubahan APBD 2026

18 September 2026 - 05:23 WIB

Menuju Dekrafest 2026, Dewi Ansar Pastikan Persiapan Berjalan Optimal

17 September 2026 - 11:52 WIB

Trending di Kepri