Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri Telusuri Status Lahan Pulau Katang yang Dijual Rp65 Miliar di Media Sosial Rotasi Besar Pejabat Natuna Mulai Bergerak, Enam Kepala OPD Jalani Job Fit Kepri Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara Kantor Imigrasi Belakang Padang Ikuti Arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Secara Virtual Wali Kota Lis: Sertifikasi Halal Jadi Standar Daya Saing Produk Daerah Pemko Tanjungpinang Gelar Sosialisasi SPMB Online Tahun 2026, Wujudkan Layanan Pendidikan Berkualitas

Nasional

Isu Merger NasDem-Gerindra Picu Reaksi Keras terhadap Majalah Tempo

badge-check


					Sejumlah elit Partai NasDem bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana merger NasDem dengan Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN) Perbesar

Sejumlah elit Partai NasDem bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana merger NasDem dengan Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN)

AskaraNews.Com.Jakarta- Sejumlah elite Partai NasDem melontarkan kritik keras terhadap sampul Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh dalam laporan mengenai wacana penggabungan NasDem dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya mempermasalahkan tampilan sampul, mereka juga menyoroti isi laporan serta penggunaan istilah merger dalam pemberitaan tersebut. Reaksi itu berujung pada aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah kader di depan kantor Tempo pada Selasa (14/4), sekaligus menuntut adanya permintaan maaf.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai visual pada sampul tersebut telah merendahkan sosok Ketua Umumnya.

Ia menyampaikan bahwa Surya Paloh selama ini terbuka terhadap kritik. Namun demikian, menurutnya kritik seharusnya disampaikan secara substansial, bukan melalui pendekatan visual yang berpotensi merendahkan.

“Kritik boleh keras. Tapi etika tetap harus jadi batas. Jangan sampai kebebasan berubah menjadi kehilangan arah,” katanya.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, juga menolak penggunaan istilah merger dalam laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Surya Paloh hanya menggagas konsep political block atau blok politik.

Willy menilai penggunaan istilah merger menunjukkan kelemahan pemahaman dalam literatur politik, mengingat Indonesia memiliki sejarah panjang terkait blok politik maupun fusi sejak masa Orde Lama hingga Orde Baru.

“Pemahamannya jangan merger dong, Ini orang yang nggak baca, orang yang nggak memiliki literatur politik,” ujarnya, Senin (13/4).

Di sisi lain, Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem, Martin Manurung, menilai laporan Tempo, baik di majalah maupun siniar, sebagai bentuk kebebasan pers yang dinilai berlebihan. Ia pun mendesak Dewan Pers untuk segera turun tangan.

Menurut Martin, laporan tersebut tidak memenuhi standar verifikasi yang ketat dan berpotensi merendahkan martabat seseorang.

“Dalam situasi seperti ini, Dewan Pers, sebagai wasit di lapangan jurnalistik, sangat penting untuk masuk tanpa harus menunggu adanya pelaporan,” ujar Martin.

Respons serupa juga datang dari kader NasDem di daerah. Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, secara tegas menolak penggunaan istilah merger dalam isu penggabungan partainya dengan Gerindra, sekaligus membantah adanya wacana tersebut.

Ia menyebut istilah merger dianggap merendahkan Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh. Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan kader dari berbagai daerah di Sumatera Utara yang datang ke Medan.

Selain itu, Iskandar menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pembahasan terkait peleburan atau penggabungan NasDem dengan partai lain, termasuk Gerindra. Ia menegaskan bahwa NasDem dibentuk sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk diperjualbelikan.

“Tapi memang tidak ada pembicaraan bahwasanya NasDem itu akan dilebur, akan diakuisisi, atau dibeli oleh pihak-pihak lain. NasDem didirikan bukan untuk dijual, tapi memperjuangkan rakyat Indonesia melalui seluruh kader yang ada di Partai NasDem,” ujarnya.

 

Baca Lainnya

Prabowo Copot Pimpinan BGN, Aktivis PMII Nilai Presiden Responsif terhadap Aspirasi Publik

3 Juni 2026 - 14:04 WIB

Jusuf Kalla Dukung Milad Ke-11 PRIMA DMI dan Peluncuran Halal Center untuk Percepat Wajib Halal 2026

31 Mei 2026 - 13:49 WIB

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

19 Mei 2026 - 23:17 WIB

Prabowo Serah-Terimakan Alutsista Baru ke TNI, Ada Pesawat Jet Tempur Rafale hingga Senjata Pintar

18 Mei 2026 - 19:53 WIB

BM PAN Kepri Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Riyan Hidayat sebagai Calon Ketua Umum BM PAN 2026-2031

18 Mei 2026 - 07:54 WIB

Trending di Batam