Menu

Mode Gelap
Perkuat Peran TPID, Pemko Tanjungpinang Dukung Program Strategis 3 Juta Rumah dan Produk Halal Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA Peresmian Gedung Pelayanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bintan Pelantikan Dewan Hakim MTQ Sembari Munajah Jauh Dari Musibah Perdana Digelar, Cerdas Cermat Kader Posyandu Tanjungpinang Diikuti 145 Tim Amirul Khalish Manik, Semua Pihak Agar Objektif Melihat Pernyataan Mantan Wapres JK Secara Bijak

Nasional

Isu Merger NasDem-Gerindra Picu Reaksi Keras terhadap Majalah Tempo

badge-check


					Sejumlah elit Partai NasDem bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana merger NasDem dengan Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN) Perbesar

Sejumlah elit Partai NasDem bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana merger NasDem dengan Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN)

AskaraNews.Com.Jakarta- Sejumlah elite Partai NasDem melontarkan kritik keras terhadap sampul Majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh dalam laporan mengenai wacana penggabungan NasDem dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya mempermasalahkan tampilan sampul, mereka juga menyoroti isi laporan serta penggunaan istilah merger dalam pemberitaan tersebut. Reaksi itu berujung pada aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah kader di depan kantor Tempo pada Selasa (14/4), sekaligus menuntut adanya permintaan maaf.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai visual pada sampul tersebut telah merendahkan sosok Ketua Umumnya.

Ia menyampaikan bahwa Surya Paloh selama ini terbuka terhadap kritik. Namun demikian, menurutnya kritik seharusnya disampaikan secara substansial, bukan melalui pendekatan visual yang berpotensi merendahkan.

“Kritik boleh keras. Tapi etika tetap harus jadi batas. Jangan sampai kebebasan berubah menjadi kehilangan arah,” katanya.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, juga menolak penggunaan istilah merger dalam laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Surya Paloh hanya menggagas konsep political block atau blok politik.

Willy menilai penggunaan istilah merger menunjukkan kelemahan pemahaman dalam literatur politik, mengingat Indonesia memiliki sejarah panjang terkait blok politik maupun fusi sejak masa Orde Lama hingga Orde Baru.

“Pemahamannya jangan merger dong, Ini orang yang nggak baca, orang yang nggak memiliki literatur politik,” ujarnya, Senin (13/4).

Di sisi lain, Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem, Martin Manurung, menilai laporan Tempo, baik di majalah maupun siniar, sebagai bentuk kebebasan pers yang dinilai berlebihan. Ia pun mendesak Dewan Pers untuk segera turun tangan.

Menurut Martin, laporan tersebut tidak memenuhi standar verifikasi yang ketat dan berpotensi merendahkan martabat seseorang.

“Dalam situasi seperti ini, Dewan Pers, sebagai wasit di lapangan jurnalistik, sangat penting untuk masuk tanpa harus menunggu adanya pelaporan,” ujar Martin.

Respons serupa juga datang dari kader NasDem di daerah. Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, secara tegas menolak penggunaan istilah merger dalam isu penggabungan partainya dengan Gerindra, sekaligus membantah adanya wacana tersebut.

Ia menyebut istilah merger dianggap merendahkan Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh. Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan kader dari berbagai daerah di Sumatera Utara yang datang ke Medan.

Selain itu, Iskandar menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pembahasan terkait peleburan atau penggabungan NasDem dengan partai lain, termasuk Gerindra. Ia menegaskan bahwa NasDem dibentuk sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk diperjualbelikan.

“Tapi memang tidak ada pembicaraan bahwasanya NasDem itu akan dilebur, akan diakuisisi, atau dibeli oleh pihak-pihak lain. NasDem didirikan bukan untuk dijual, tapi memperjuangkan rakyat Indonesia melalui seluruh kader yang ada di Partai NasDem,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amirul Khalish Manik, Semua Pihak Agar Objektif Melihat Pernyataan Mantan Wapres JK Secara Bijak

19 April 2026 - 09:38 WIB

Tokoh Pemuda Muslim Dukung Langkah Hukum JK, Siap Konsolidasi Nasional

19 April 2026 - 09:02 WIB

Menjaga Kejernihan di Tengah Gorengan Isu Jusuf Kalla

17 April 2026 - 06:02 WIB

Inovasi Polri Buka Akses Cepat Laporan Polisi Tanpa Harus ke Kantor

16 April 2026 - 19:44 WIB

𝗕𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗞𝗲𝗹𝗶𝗰𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗲 𝗔𝗿𝗺𝗮𝗻𝗱𝗼, 𝗣𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗖𝗲𝗿𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗝𝗞 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗔𝗱𝘀𝗲𝗻𝘀𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗮𝘀 𝗗𝗲𝗻𝗱𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸.

15 April 2026 - 07:06 WIB

Trending di Nasional