AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Banten

Seleksi Jpt Tangsel Jadi Sorotan, Ketum Gharis: Walikota Jangan Asal Pilih Nomor Satu Jika Miskin Kompetensi Teknis!

badge-check


 Seleksi Jpt Tangsel Jadi Sorotan, Ketum Gharis: Walikota Jangan Asal Pilih Nomor Satu Jika Miskin Kompetensi Teknis! Perbesar

AskaraNews.Com. Ciputat-14 April 2026 Ketua Umum GHARIS, Hotmartua Simanjuntak, S.Hum. , memberikan peringatan keras terkait proses pengisian jabatan eselon II.b di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Di depan Gedung Rektorat UIN Jakarta, ia menyatakan bahwa Walikota Benyamin Davnie tidak boleh terjebak dalam “permainan angka” yang mengabaikan kriteria keahlian teknis sesuai aturan yang berlaku.

BKAD dan Dispora: Kompetensi Lapangan vs Formalitas Angka

Hotmartua menyoroti adanya keganjilan dalam nominasi pemenang seleksi. Di pos Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), misalnya, terdapat kandidat seperti Billy Sukarsana dan Indri Sari Yuniandri yang sudah memiliki rekam jejak panjang di bidang keuangan. Namun, opini publik justru digiring untuk memenangkan nomor urut 1 yang secara historis belum pernah bertugas di BKAD.

Begitu juga di Dispora, selisih skor antara peringkat 1 dan 2 (Ucok AH Siagian) hanya 0,80 poin . Nilai setipis itu tidak bisa mengalahkan fakta bahwa Ucok sudah 7 tahun mengabdi di bidang teknis olahraga, sementara yang nomor satu nihil pengalaman lapangan di bidang itu,” tegas Hotmartua.

“Jika Hanya Skor Tertinggi, Aturan 3 Besar Adalah Pembodohan!”

GHARIS mengecam keras pernyataan yang menyebut Walikota hanya akan melantik nomor urut satu. Menurutnya, hal itu melangkahi marwah Walikota yang seharusnya memiliki kebijaksanaan untuk menggali potensi terbaik dari tiga kandidat terpilih.

“Kalau Walikota hanya mau patuh pada angka di atas kertas tanpa melihat siapa yang paling paham ‘isi perut’ dinasnya, untuk apa ada seleksi 3 besar? Lebih baik ubah saja aturan mainnya dari awal! Jika Walikota memaksakan pelantikan hanya berdasarkan nilai teratas tanpa melihat rekam jejak nyata, maka Pak Wali secara sadar sedang melakukan Pembodohan Publik dan membiarkan strategi dinas dipimpin oleh ‘pejabat magang’ yang tidak kompeten,” lanjutnya.

Menagih Integritas Persyaratan Poin 4

GHARIS kembali menuntut ketegasan atas Persyaratan Poin 4 dalam pengumuman pendaftaran Pansel, yang mewajibkan pengalaman jabatan di bidang tugas relevan minimal 5 tahun secara kumulatif .

“Persyaratan Poin 4 itu bukan sekadar hiasan dokumen! Jika Walikota abai terhadap persyaratan pengalaman teknis ini demi meloloskan kandidat titipan atau sekadar formalitas skor, maka ini adalah penghinaan terhadap profesionalisme ASN di Tangsel. Memilih di luar kriteria keahlian berarti mengangkangi aturan yang dibuat sendiri oleh pemerintah kota,” tegas Hotmartua dengan nada tajam.

Pernyataan Penutup: GHARIS Akan Lawan Rekayasa!

Hotmartua menegaskan, GHARIS tidak akan tinggal diam melihat potensi rekayasa birokrasi yang mengorbankan kepentingan rakyat Tangsel.

“Hari ini saya tegaskan, GHARIS turun tangan langsung! Kami ingatkan Pak Wali, jangan termakan framing media atau tekanan elit. Pilihlah berdasarkan nyali, kompetensi teknis, dan kepatuhan pada syarat poin 4. Jika prosedur ini dikangkangi demi memaksakan nomor satu yang minim pengalaman teknis, maka marwah kelengkapan Tangsel sedang digadaikan, dan kami akan lawan! ”

#KawalSeleksiTangsel #GharisTurunTangan #StopPejabatMagang #TegakkanAturanPoin4

Baca Lainnya

Milad ke-33 MAN 1 Cilegon, Kakanwil Kemenag Banten Dorong Peningkatan Kompetensi Siswa

21 Oktober 2026 - 12:36 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

VIRAL!! Janji Pembangunan Kembali, Masjid Nuruttijaroh Dipertanyakan, Aliansi Peduli Banten Desak Bupati Tangerang Bertindak dan Aparat Tuntaskan Proses Hukum Kades Tobat.

11 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kompetensi Dipertanyakan, Aktivis Informasi Minta Gubernur dan DPRD Banten Investigasi KI Banten

10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Soroti Isu Wagub, LBH Peradi Tekankan Standar Moral Pejabat Banten

30 September 2026 - 09:18 WIB

Trending di Banten