Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

Batam

‎Jerit Keluarga, Dugaan Komersialisasi Makam di Yayasan Marturia Batam, Biaya Rp 20 Juta Tanpa Rincian Jelas!

badge-check


 ‎Jerit Keluarga, Dugaan Komersialisasi Makam di Yayasan Marturia Batam, Biaya Rp 20 Juta Tanpa Rincian Jelas! Perbesar

AskaraNews.Com. Batam-Di tengah suasana duka yang mendalam, sebuah keluarga di Batam justru harus berhadapan dengan tembok keras manajemen pemakaman. Harapan untuk memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi orang terkasih kini dibayangi oleh beban biaya fantastis yang dipatok oleh pihak pengelola makam di kawasan Batu Batam.

‎Berdasarkan bukti percakapan yang dikirimkan pihak keluarga ke Awak Media, Minggu (05/04/26), pihak manajemen yang diketahui bernama Agust Kwee, mewakili Yayasan Marturia Batam (Rumah Duka Marga Tionghoa Batam), mematok tarif sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) untuk pembuatan satu set makam standar yayasan beserta sekat lahan kosong.

‎‎”Mahal Sekali Pak…”

‎Drama ini memuncak ketika pihak keluarga mencoba menegosiasikan harga tersebut karena dianggap sangat memberatkan. Alih-alih mendapatkan keringanan atau solusi kemanusiaan, pihak keluarga justru mendapatkan jawaban yang mengecewakan.

‎Ketika keluarga meminta rincian biaya secara transparan untuk apa saja uang Rp. 20 juta tersebut digunaka, Agust Kwee tidak memberikan penjelasan detail. Ia hanya menegaskan bahwa biaya tersebut adalah harga paket untuk satu set makam dan sekat lahan.

‎Ketegangan semakin terasa saat pihak keluarga, yang merasa keberatan dengan harga tersebut, berinisiatif untuk membangun makam itu sendiri dengan tukang dari luar agar lebih terjangkau. Namun, upaya ini sempat mendapat penolakan.

‎”Maaf bang gak bisa,” tulis Pak Agust dalam pesan singkatnya saat keluarga meminta izin membangun sendiri.

‎Meskipun belakangan pihak manajemen akhirnya mempersilakan keluarga membangun sendiri dengan nada sarkastik setelah pihak keluarga membawa-bawa nama pejabat Dinas Perkimtan dan anggota Dewan Kota, perlakuan ini menyisakan luka mendalam. Pihak manajemen bahkan sempat melontarkan kalimat yang dinilai tidak simpatik kepada keluarga yang sedang berduka.

‎Keluarga yang sedang kemalangan ini merasa terjepit. Di satu sisi mereka ingin menuntaskan kewajiban bagi jenazah,namun di sisi lain mereka dihadapkan pada sistem yang terkesan kaku dan tidak transparan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci mengapa biaya pembuatan makam standar di lokasi “VIP” tersebut bisa mencapai angka yang begitu tinggi tanpa adanya rincian komponen biaya yang jelas bagi konsumen atau ahli waris.

‎Fenomena ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Batam: Apakah penghormatan terakhir bagi mereka yang telah tiada kini telah berubah menjadi komoditas bisnis yang mencekik?

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

30 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

30 Oktober 2026 - 07:06 WIB

RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital

30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Trending di Batam