Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Batam

Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndHome

badge-check


 Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndHome Perbesar

AskaraNews.Com. Batam-Akibat layanan internet yang sering mengalami gangguan dan minimnya respon perbaikan, Yusril Koto, seorang pengusaha yang juga Gubernur DPW LSM Lira Kepri, memutuskan untuk berhenti berlangganan dengan layanan internet IndiHome.

Kekecewaan ini memuncak saat Yusril mendatangi kantor GraPARI Telkomsel di Nagoya Hill, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (19/3/2026).

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi pelanggan setia selama tujuh tahun dengan biaya langganan sebesar Rp450 ribu per bulan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kualitas jaringan menurun drastis. Meski sudah berulang kali mengajukan komplain, teknisi yang dijanjikan tidak kunjung datang untuk melakukan perbaikan.

“Sudah tujuh tahun saya berlangganan, tapi belakangan ini jaringan sering gangguan. Sudah dikomplain berkali-kali, tapi teknisi tidak juga datang,” ujar Yusril dengan nada kecewa.

Gangguan internet tersebut berdampak langsung pada kelangsungan bisnisnya di Kadai Kopi Datuak yang berlokasi di Ruko Grand BSI Blok A2 No. 7, Batam Center. Menurutnya, konsumen merasa tidak nyaman karena fasilitas Wi-Fi yang disediakan tidak dapat digunakan dengan baik. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memutus kontrak langganan.

Sebagai bentuk itikad baik, Yusril mendatangi GraPARI untuk mengembalikan perangkat modem milik perusahaan. Namun, ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional. Saat Yusril meminta besok (20/3) ia lakukan pembayaran tagihan sisa pemakaian hingga tanggal 19 Maret 2026, petugas bernama Iman justru menolak.

Ironisnya, perangkat modem yang dikembalikan tersebut diletakkan begitu saja oleh Iman di luar depan kantor GraPARI Nagoya Hill dengan sikap yang kurang ramah. Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan Yusril terhadap layanan purna jual perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut

Baca Lainnya

Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

23 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Bumerang bagi Batam

21 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

21 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BP Batam Gelar Coaching Clinic, Kawal Kelengkapan Perizinan OSS Pelaku Usaha

21 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Amsakar Paparkan Strategi PAD dan Program Prioritas Batam kepada Pemkab Brebes

20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di Batam