3 Ribu Santri Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Kepri 2026 Pemko Tanjungpinang Siapkan Penyambutan Kontingen Porprov Kepri VI Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Bumerang bagi Batam Milad ke-33 MAN 1 Cilegon, Kakanwil Kemenag Banten Dorong Peningkatan Kompetensi Siswa Bulan Imunisasi Kejar, Saatnya Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak Wagub Nyanyang Sambut Baik Kehadiran Kodam XXV, Perkuat Pertahanan dan Keamanan Wilayah Perbatasan

Tanjungpinang

LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun

badge-check


 LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun Perbesar

AskaraNews.com,Tanjungpinang-Rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat kembali menjadi perhatian. Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) menegaskan bahwa pembangunan monumen tersebut merupakan bagian dari amanah kesepakatan Mufakat 12 antara pemerintah daerah di wilayah Melayu.

Kesepakatan tersebut sebelumnya ditandatangani oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Riau, bersama LAM Kepri dan LAM Riau. Oleh karena itu, pembangunan monumen dinilai penting sebagai bentuk realisasi komitmen bersama yang telah disepakati.

Ketua I LAM Kepri, Atmadinata, menyampaikan bahwa pihaknya telah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan Monumen Bahasa tersebut. Ia menegaskan LAM Kepri mendukung penuh gagasan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Pengurus LAM bersetuju dengan rencana Pemprov Kepri tersebut. Karena menyangkut kebesaran, kemajuan peradaban, dan tamadun Melayu masa lalu,” ujar Atmadinata, dilansir dari laman Batampos, Senin 16 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara historis Bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari akar Bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai bahasa komunikasi di kawasan Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, momentum penting terjadi pada Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah sepakat menjadikan bahasa tersebut sebagai Bahasa Indonesia yang dijunjung sebagai bahasa persatuan bangsa.

Selain itu, Atmadinata juga menyoroti perkembangan Bahasa Melayu yang tumbuh di wilayah Kepulauan Riau. Bahasa Melayu di daerah ini berkembang menjadi Bahasa Melayu Tinggi yang dibina oleh para pujangga, penyair, serta sastrawan pada masa lampau.

Salah satu tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Bahasa Melayu Tinggi adalah Raja Ali Haji, seorang ulama dan sastrawan terkemuka dari Kepulauan Riau.

Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, Pulau Penyengat menjadi pusat lahirnya berbagai karya penting. Beragam karya sastra, sejarah, hukum, agama, hingga administrasi pemerintahan ditulis dan diterbitkan menggunakan Bahasa Melayu Tinggi.

“Jadi wajarlah Pulau Penyengat dijadikan sebagai tempat tegaknya Tugu Bahasa Nasional itu,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi Monumen Bahasa sangat sejalan dengan amanah dalam kesepakatan Mufakat 12 yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu oleh pemerintah daerah serta lembaga adat Melayu.

Selain menjadi simbol sejarah, LAM Kepri berharap monumen tersebut dapat berfungsi lebih luas. Monumen Bahasa diharapkan tidak hanya menjadi tugu peringatan semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Atmadinata, monumen tersebut nantinya dapat menjadi ruang pembelajaran, penelitian. Sekaligus tempat lahirnya karya-karya baru yang terinspirasi dari kejayaan peradaban Melayu.

“Terutama sebagai sarana edukatif, tempat belajar, meneliti dan tempat melahirkan karya-karya kekinian dengan inspirasi masa lalu untuk kejayaan dan kebesaran peradaban Melayu di masa depan,” katanya.

LAM Kepri juga berharap pembangunan monumen tersebut dapat rampung sebelum peringatan satu abad Sumpah Pemuda. Dengan demikian, perayaan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 dapat digelar secara nasional di kawasan Monumen Bahasa Pulau Penyengat.

Sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyatakan optimisme bahwa proyek monumental tersebut akan mulai dibangun pada Juni 2026.

“Kalau lelang ini sudah selesai, kemungkinan pada bulan Juni 2026 akan dibangun,” kata Ansar, Senin 23 Februari 2026 lalu.

Baca Lainnya

Pemko Tanjungpinang Siapkan Penyambutan Kontingen Porprov Kepri VI

21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Wawako Raja Ariza: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Harus Beri Kepastian Hukum dan Manfaat bagi Masyarakat

21 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Buka CDM Porprov Kepri VI, Wawako Raja Ariza: Junjung Sportivitas, Jaga Nama Baik Daerah

21 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Laga Cerdas Cermat Jadi Pengalaman Berharga bagi Siswa SMPN 9 Tanjungpinang

20 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laga Cerdas Cermat Asah Pengetahuan dan Karakter Siswa SMP Tanjungpinang

20 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Trending di Pendidikan