Menu ✖

Mode Gelap
SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Sahabat Coffee CEO Hadir di Tanjungpinang, Wawako Ariza Dukung Pertumbuhan UMKM Audiensi MPIG Siput Gonggong, Lis Harap MPIG Perluas Peran, Kaji dan Lestarikan Biota Laut Kepri Pemko-BP KPBPB Perkuat Sinergi Akselerasi Investasi dan Pengembangan Kawasan FTZ Tanjungpinang WNI yang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri, Menko Polkam: Asal Pintar Gubernur Ansar Promosikan Pariwisata Kepri di Hadapan Himpunan Pramuwisata Indonesia

Batam

OJK dan Pemko Batam Perkuat Literasi Keuangan Syariah, PKK Didorong Jadi Agen Edukasi

badge-check


 Sekda Batam, Firmansyah, menyampaikan sambutan saat menghadiri Edukasi Keuangan Syariah dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal yang diselenggarakan oleh OJK Kepri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (11/3/2026). Perbesar

Sekda Batam, Firmansyah, menyampaikan sambutan saat menghadiri Edukasi Keuangan Syariah dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal yang diselenggarakan oleh OJK Kepri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (11/3/2026).

AskaraNews.com,Batam-Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat guna mencegah praktik keuangan ilegal. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat menghadiri kegiatan Edukasi Keuangan Syariah dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (11/3/2026).

Firmansyah hadir mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Kegiatan ini diikuti Tim Penggerak PKK Kota Batam sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sehat, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan sektor jasa keuangan, masyarakat perlu semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya.

“Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, tetapi menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam investasi bodong, pinjaman ilegal, maupun praktik keuangan yang merugikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang memiliki usaha produktif, tetapi gagal memperoleh akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena terkendala riwayat kredit yang buruk akibat pinjaman online.

“Kita sering menemukan pelaku UMKM yang sebenarnya layak mendapatkan akses pembiayaan seperti KUR, namun tidak lolos karena terbentur catatan kredit akibat pinjaman online. Ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan,” kata Firmansyah.

Karena itu, ia menilai edukasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam pinjaman yang justru dapat merusak rekam jejak keuangan mereka di masa depan.
Selain itu, Firmansyah menekankan peran strategis Tim Penggerak PKK dalam membangun kesadaran finansial di tingkat keluarga. Dengan jaringan yang menjangkau hingga lingkungan terkecil masyarakat, PKK dinilai mampu menjadi penggerak literasi keuangan secara lebih luas.

“Ketika ibu-ibu PKK memahami keuangan syariah dan mampu mengenali aktivitas keuangan ilegal, maka informasi tersebut akan menyebar hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Inilah kekuatan edukasi yang dimulai dari rumah tangga,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan pemaparan mengenai berbagai produk dan layanan keuangan syariah. Peserta turut dibekali pemahaman mengenai ciri-ciri aktivitas keuangan ilegal yang kerap menyasar masyarakat melalui berbagai modus.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak, aman, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sinergi antara Pemerintah Kota Batam, OJK, dan Tim Penggerak PKK diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan masyarakat serta melindungi warga dari berbagai praktik keuangan ilegal.

Baca Lainnya

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Amsakar Achmad Respons Keluhan Warga Nongsa: BP Batam Percepat Pengerjaan Interkoneksi untuk Perkuat Suplai Air

6 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

6 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Batam