AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Nasional

Pemimpin Tertinggi Negara Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kabarkan Tewas

badge-check


 Pemimpin Tertinggi Negara Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kabarkan Tewas Perbesar

AskaraNews.com,Jakarta-Iran mengakui kematian Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas akibat serangan Amerika-Israel. Masa berkabung 40 hari.

MEDIA pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah ali Khamenei, telah tewas.

Pengumuman itu disampaikan seusai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei di Truth Social pada Ahad, 1 Maret 2026.

Menurut Sky News, Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah ia dibunuh di kantornya pada Sabtu dini hari.

Setidaknya empat bangunan di kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat Teheran dihantam bom pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai bagian dari serangan besar-besaran Amerika-Israel ke Iran.

Selain Khamenei, menurut Fars, sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan itu. Al Arabiya melaporkan, mengutip sumber-sumber terpercaya dalam keluarga pemimpin tertinggi, seorang putri, seorang menantu laki-laki, seorang cucu, dan seorang menantu perempuan Khamenei termasuk di antara korban tewas.

Laporan itu muncul setelah Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan udara. Klaim itu sebelumnya dibantah oleh media pemerintah Iran.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump di Truth Social.

Trump menyebutnya sebagai kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Ia menambahkan bahwa operasi militer Amerika akan terus berlanjut.

Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran pada hari Sabtu, menargetkan para pemimpin tertinggi dan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik yang semakin meluas.

Trump mengatakan operasi tersebut akan menghilangkan ancaman keamanan bagi AS dan memberi warga Iran kesempatan untuk menggulingkan penguasa mereka.

Khamenei, 86 tahun, menjadi penguasa tertinggi Iran sejak 1989 setelah kematian pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Sebagai pemimpin tertinggi, ia menjalankan kendali mutlak atas lembaga-lembaga politik, militer, dan keagamaan Iran, membentuk kebijakan dalam negeri dan membimbing hubungan luar negeri.

Jabatan pemimpin tertinggi Iran dibentuk setelah Revolusi 1979 dan diabadikan dalam konstitusi Iran, memberikan otoritas kepada ulama senior di atas presiden dan parlemen.

Majelis Pakar, sebuah badan ulama beranggotakan 88 orang yang diseleksi oleh dewan pengawas garis keras yang bersekutu dengan Khamenei, secara resmi memilih pemimpin tersebut.

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

23 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

23 Oktober 2026 - 22:14 WIB

DEN Dorong MBG Prioritaskan Wilayah 3T, Desa dan Masyarakat Miskin

21 Oktober 2026 - 05:32 WIB

PB PII Desak Presiden Evaluasi Total Menteri Kehutanan: Karhutla Terus Meluas, Pelajar Ikut Menanggung Dampaknya

20 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Sekjen PP KMHDI Ingatkan Pemerintah Cegah Penguasaan Lahan Bekas Kebakaran oleh Oligarki

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di Nasional