Menu

Mode Gelap
Wali Kota Sabang Peusijuk Tiga Komandan, Perkuat Sinergi Forkopimda Terima Kasih Kapolda Aceh, M Nasir Djamil Apresiasi Sikap Humanis Ruddi Setiawan Hadapi Massa HDA Walikota Langsa Kukuhkan 22 orang Paskibraka Kota Langsa Tahun 2026: Siap Kibarkan Sang Merah Putih Pisah Sambut Kajari Tanjungpinang, Wali Kota Lis Dorong Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan Daerah Jelang Diluncurkan Besok, 235 Warga Desil 1 Aktifkan Kartu Bima Sakti di BTN Pisah Sambut Kajari Tanjungpinang, Wali Kota Lis Dorong Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan Daerah

Nusantara

“Label Kota Bersih Banjar?? Tapi Hanyalah Lipstik di Atas Sampah Moral”

badge-check


 “Label Kota Bersih Banjar?? Tapi Hanyalah Lipstik di Atas Sampah Moral” Perbesar

AskaraNews.com,Banjar-Predikat “Kota Bersih” yang selama ini disandang Kota Banjar mendapat tamparan keras dari kalangan aktivis. Sandi Mardiana Putra, aktivis Muda Banjar setempat, melontarkan kritik pedas terkait temuan memprihatinkan di sejumlah aset publik, mulai dari kawasan Banjar Water Park (BWP) hingga Situ Leutik.

Sandi menilai, penghargaan kebersihan yang dibanggakan pemerintah daerah saat ini kontras dengan realita di lapangan. Menurutnya, citra tersebut hanyalah sebuah formalitas administratif yang menutupi degradasi moral di ruang publik.

Ironi di Balik Piala Penghargaan
Temuan sampah berupa alat kontrasepsi (kondom) dan botol minuman keras (miras) di area wisata BWP dan Situ Leutik menjadi pemantik kritik tersebut. Sandi menegaskan bahwa fenomena ini adalah bukti nyata lemahnya pengawasan aset daerah.

“Sangat ironis. Di satu sisi kita memajang piala kota bersih, tapi di sisi lain, kawasan BWP dan Situ Leutik dibiarkan menjadi ‘monumen’ kegagalan pemeliharaan aset. Sampah kondom dan botol miras itu tanda adanya pembiaran terhadap aktivitas negatif,” tegas Sandi.

Soroti “Kebersihan Semu” dan Pengawasan Mandul
Dalam pernyatannya, Sandi menggarisbawahi tiga poin krusial yang harus segera dievaluasi oleh Pemerintah Kota Banjar:
1. Kebersihan Semu: Kebersihan jangan hanya dipoles di jalan protokol untuk penilaian, sementara aset strategis dibiarkan menjadi “sampah moral”.
2. Pengawasan Mandul: Minimnya penerangan dan absennya patroli rutin membuat ruang publik beralih fungsi menjadi tempat maksiat.
3. Dampak Psikologis: Sebagai bagian dari Gerakan Pemuda Banjar I, Sandi mengkhawatirkan rusaknya mentalitas generasi muda jika area wisata justru menjadi lokasi bebas berbuat negatif tanpa pengawasan.

Desakan Tindakan Nyata
Sandi Mardiana Putra mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menuntut perbaikan fasilitas penerangan, pengetatan penjagaan di area rawan, serta memfungsikan kembali aset daerah agar tidak terbengkalai.

“Jangan biarkan label Kota Bersih ini berubah menjadi slogan kosong yang memalukan warga Banjar. Kebersihan sejati sebuah kota tercermin dari kebersihan lingkungan dan kesucian moralitas masyarakatnya,” tutupnya.

Baca Lainnya

Wali Kota Sabang Peusijuk Tiga Komandan, Perkuat Sinergi Forkopimda

16 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Walikota Langsa Kukuhkan 22 orang Paskibraka Kota Langsa Tahun 2026: Siap Kibarkan Sang Merah Putih

16 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Semangat Kemerdekaan, IMPAS Aceh-Jakarta Gelar Bakti Sosial dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Pemulung

15 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Masyarakat Terdampak

15 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Kawal Moralitas Daerah, BEM STIS Al-Wafa Turun Aksi Desak Penerbitan Perwali dan Tolak LGBT

14 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Trending di Nusantara