Tekanan Anggaran Bayangi Pemerintahan Robinsar, Honor RT/RW Belum Mengalami Kenaikan Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen Gubernur Ansar Tinjau SPPG di Anambas, Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi Makanan 3.100 Pelari Siap Ramaikan BTN Kepri MoonRun 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Gubernur Ansar Agendakan Kunker ke Anambas, Tinjau SPPG dan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Peresmian Pelantar HDPE Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

Batam

Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam

badge-check


 Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam Perbesar

‎AskaraNews.com,Batam–Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, diterjang material lumpur dan bebatuan pada Jumat (20/2) malam. Insiden ini diduga kuat akibat aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, material lumpur setinggi lutut orang dewasa masuk hingga ke dalam rumah, merusak perabotan, dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian yang berlangsung pada malam hari tersebut sempat membuat situasi mencekam, di mana sejumlah penghuni rumah dilaporkan sempat terjebak di dalam genangan lumpur pekat.

‎Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa tanah kuning yang menyelimuti kediaman mereka. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan rumah tangga yang tidak dapat diselamatkan.
‎
‎Tuntutan Warga Terhadap PT Jutam
‎Ketegangan memuncak saat sejumlah truk milik perusahaan tiba di lokasi. Warga yang tersulut emosi segera menghadang dan menghentikan paksa armada tersebut. Warga menilai PT Jutam tidak menunjukkan iktikad baik karena hanya fokus membersihkan akses jalan bagi kendaraan operasional mereka, sementara rumah warga yang terdampak dibiarkan begitu saja.
‎
‎Ketua RW 07, Siti, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan atas kelalaian yang terjadi.
‎
‎”Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam jangan seenaknya saja, warga kami yang jadi korban! Jika tidak ada solusi konkret, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap armada ini,” ujar Siti dengan nada tinggi di hadapan para pekerja.
‎
‎Aksi protes yang didominasi oleh kaum ibu tersebut sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara warga dan pekerja lapangan. Menghindari situasi yang lebih anarkis, jajaran perangkat kelurahan, kecamatan, BPBD, serta aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
‎
‎Saat ini, pihak kepolisian dan otoritas setempat berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan manajemen PT Jutam. Warga mengancam akan terus menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut sampai ada kompensasi dan solusi teknis agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Baca Lainnya

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

7 November 2026 - 13:00 WIB

Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

7 November 2026 - 10:59 WIB

Pemko Batam Lindungi Data Pribadi dalam Layanan Publik Digital

7 November 2026 - 10:45 WIB

Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam

7 November 2026 - 10:35 WIB

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 09:53 WIB

Trending di Batam