Menu

Mode Gelap
SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas Pemko Batam Kaji Dampak Kebijakan WFH Terhadap Efisiensi Anggaran Pemerintah Sebelum Diterapkan 640 Jemaah Haji Batam Berangkat, Wali Kota Amsakar Titip Doa untuk Daerah Kepala BP Batam Jadi Narasumber Kuliah Kerja Pasis Seskoau Tahun 2026 Berikan Pelayanan Prima dan Responsif, Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan Pemko Tanjungpinang Jajaki Potensi PLTS Bersama PT Hijau Makmur Energi dan ODC Energy

Nasional

Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan

badge-check


					Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan Perbesar

AskaraNews.com,Pola makan saat berbuka puasa kerap menjadi perhatian tenaga medis, terutama karena banyak orang cenderung mengonsumsi makanan berlebihan setelah seharian menahan lapar dan haus. Kebiasaan “balas dendam” ini dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari asam lambung naik hingga lonjakan gula darah.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Erwin Christianto, Sp.GK, M.Gizi, menekankan pentingnya berbuka secara bertahap dan seimbang. Menurutnya, lambung yang kosong berjam-jam membutuhkan penyesuaian, sehingga makanan ringan dan mudah dicerna sebaiknya menjadi pilihan awal.

“Mulailah dengan air putih 1–2 gelas, lalu konsumsi makanan ringan seperti kurma atau buah. Ini membantu mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak seperti gorengan. Alternatif yang lebih sehat antara lain sup hangat, makanan panggang, semur, atau pepes.

Selain itu, konsumsi karbohidrat dianjurkan tetap terkendali. Menggabungkan beberapa sumber karbohidrat sekaligus, misalnya nasi dengan mie atau kentang berisiko menyebabkan lonjakan gula darah. Sayuran sebagai sumber serat dinilai penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

Pengaturan porsi makan juga menjadi kunci. Berbuka dengan porsi kecil, kemudian dilanjutkan makan utama setelah shalat Maghrib, dapat membantu tubuh beradaptasi. Mengunyah makanan perlahan dan menghindari distraksi seperti gadget turut dianjurkan.

Dalam hal hidrasi, kebutuhan cairan selama Ramadhan tetap harus terpenuhi. Minum air putih secara berkala dari berbuka hingga sahur menjadi langkah utama mencegah dehidrasi. Minuman manis berlebihan, kopi, dan teh sebaiknya dibatasi.

Menu sahur pun tak kalah penting. Asupan tinggi protein dan cukup cairan membantu menjaga energi sepanjang hari. Aktivitas fisik ringan, tidur cukup 6–7 jam, serta jeda waktu sebelum tidur setelah makan menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama bulan puasa.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh tetap bugar dan terhindar dari gangguan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Isu Merger NasDem-Gerindra Picu Reaksi Keras terhadap Majalah Tempo

15 April 2026 - 16:25 WIB

𝗕𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗞𝗲𝗹𝗶𝗰𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗲 𝗔𝗿𝗺𝗮𝗻𝗱𝗼, 𝗣𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗖𝗲𝗿𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗝𝗞 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗔𝗱𝘀𝗲𝗻𝘀𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗮𝘀 𝗗𝗲𝗻𝗱𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸.

15 April 2026 - 07:06 WIB

Otoriter Tapi Maju: RRC dituding unggul dalam meritokrasi, Indonesia Masih Bergulat Dengan KKN

14 April 2026 - 22:11 WIB

PP PRIMA DMI Minta Publik Lihat Video Seutuhnya dan Tidak Setengah-Setengah

14 April 2026 - 18:31 WIB

Alumni HMI MPO Rilis 7 Pernyataan Sikap Termasuk Mengutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Lebanon

12 April 2026 - 15:13 WIB

Trending di Nasional