Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas 24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu! Bimba Happy Smart Cabang Karawang Resmi Dibuka, Dorong Pendidikan Anak yang Menyenangkan Maluku Utara Diusulkan Jadi Calon Tuan Rumah Muktamar Nasional PII

Nasional

Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan

badge-check


 Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan Perbesar

AskaraNews.com,Pola makan saat berbuka puasa kerap menjadi perhatian tenaga medis, terutama karena banyak orang cenderung mengonsumsi makanan berlebihan setelah seharian menahan lapar dan haus. Kebiasaan “balas dendam” ini dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari asam lambung naik hingga lonjakan gula darah.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Erwin Christianto, Sp.GK, M.Gizi, menekankan pentingnya berbuka secara bertahap dan seimbang. Menurutnya, lambung yang kosong berjam-jam membutuhkan penyesuaian, sehingga makanan ringan dan mudah dicerna sebaiknya menjadi pilihan awal.

“Mulailah dengan air putih 1–2 gelas, lalu konsumsi makanan ringan seperti kurma atau buah. Ini membantu mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak seperti gorengan. Alternatif yang lebih sehat antara lain sup hangat, makanan panggang, semur, atau pepes.

Selain itu, konsumsi karbohidrat dianjurkan tetap terkendali. Menggabungkan beberapa sumber karbohidrat sekaligus, misalnya nasi dengan mie atau kentang berisiko menyebabkan lonjakan gula darah. Sayuran sebagai sumber serat dinilai penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

Pengaturan porsi makan juga menjadi kunci. Berbuka dengan porsi kecil, kemudian dilanjutkan makan utama setelah shalat Maghrib, dapat membantu tubuh beradaptasi. Mengunyah makanan perlahan dan menghindari distraksi seperti gadget turut dianjurkan.

Dalam hal hidrasi, kebutuhan cairan selama Ramadhan tetap harus terpenuhi. Minum air putih secara berkala dari berbuka hingga sahur menjadi langkah utama mencegah dehidrasi. Minuman manis berlebihan, kopi, dan teh sebaiknya dibatasi.

Menu sahur pun tak kalah penting. Asupan tinggi protein dan cukup cairan membantu menjaga energi sepanjang hari. Aktivitas fisik ringan, tidur cukup 6–7 jam, serta jeda waktu sebelum tidur setelah makan menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama bulan puasa.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh tetap bugar dan terhindar dari gangguan kesehatan.

Baca Lainnya

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal

13 September 2026 - 14:39 WIB

Maluku Utara Diusulkan Jadi Calon Tuan Rumah Muktamar Nasional PII

13 September 2026 - 07:48 WIB

Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029

12 September 2026 - 10:06 WIB

HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo

12 September 2026 - 10:04 WIB

Mengenal Prof Dr Suwendi Sang Pejuang Pendidikan Keagamaan di Nusantara.

12 September 2026 - 10:03 WIB

Trending di Opini