Resmi Dilantik, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibi Mahabbah Tegaskan Komitmen Kawal Program Prioritas Pemerintah Tekanan Anggaran Bayangi Pemerintahan Robinsar, Honor RT/RW Belum Mengalami Kenaikan Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen Gubernur Ansar Tinjau SPPG di Anambas, Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi Makanan 3.100 Pelari Siap Ramaikan BTN Kepri MoonRun 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Gubernur Ansar Agendakan Kunker ke Anambas, Tinjau SPPG dan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Peresmian Pelantar HDPE

Batam

Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif

badge-check


 Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif Perbesar

AskaraNews.com,Sebanyak 16 kapal nelayan diserahkan kepada masyarakat Rempang, Kota Batam, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal di kawasan kepulauan dan perbatasan. Bantuan tersebut merupakan program Kementerian Transmigrasi dalam mendukung kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan melalui sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, di sela perayaan Imlek di Batam, Senin (16/2/2026) malam.

Menurutnya, situasi yang semakin kondusif menjadi modal penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Stabilitas sosial dinilai mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan suasana yang damai, kita bisa menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun bersama,” kata Iftitah.

Namun demikian, pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi berskala besar. Penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan di kawasan pesisir Rempang, juga menjadi prioritas utama.

“Pada prinsipnya sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan di Rempang yang sudah kami berikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini telah bertransformasi. Program tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke lokasi baru, melainkan memastikan tersedianya sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Konsep transmigrasi modern yang diusung pemerintah menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal. Melalui dukungan sarana produksi seperti kapal nelayan, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi kelautan secara optimal, meningkatkan produktivitas tangkap, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Di akhir pernyataannya, Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, yang turut mengawal pembangunan di Kepulauan Riau dan Batam.
“Terima kasih ya, terima kasih atas dukungannya,” tutupnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Batam dan Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi model pembangunan wilayah kepulauan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat

Baca Lainnya

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

7 November 2026 - 13:00 WIB

Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

7 November 2026 - 10:59 WIB

Pemko Batam Lindungi Data Pribadi dalam Layanan Publik Digital

7 November 2026 - 10:45 WIB

Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam

7 November 2026 - 10:35 WIB

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 09:53 WIB

Trending di Batam