TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Jakarta, Ada Apa? Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Dijebloskan ke Rutan Mabes Polri Usai Sadap Presiden Prabowo Ancaman PTDH Hingga Hukuman Mati Menanti Petinggi Polri Jika Terbukti Lakukan Makar dalam Kasus Penyadapan Terhadap Presiden RI HEBOH Bareskrim Tetapkan Eks Kapolri Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Warga, Amsakar Pastikan Tiga Anak di Bengkong Mendapat Akses Pendidikan Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah

TNI & Polri

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Jakarta, Ada Apa?

badge-check


 TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Jakarta, Ada Apa? Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta menyusul perkembangan situasi keamanan. Pengerahan pasukan dilakukan secara bertahap berdasarkan instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan mengatakan, pengerahan personel dibagi menjadi empat tahap. Pasukan berasal dari berbagai satuan TNI AL, baik yang berada di Jakarta maupun luar daerah, untuk diperbantukan di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.

“Mohon izin melaporkan rencana pengerahan pasukan penebalan pengamanan perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta,” ujar Yayan di Jakarta, Selasa (03/11/2026).

Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan TNI AL di wilayah Jakarta. Mereka berasal dari Korps Marinir, Komando Armada I (Koarmada I), Komando Daerah TNI AL III (Kodaeral III), dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Selanjutnya, pada tahap kedua dan ketiga, TNI AL menjadwalkan pengerahan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergerakan pasukan dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) maupun jalur darat.

Yayan menegaskan, total personel yang disiapkan untuk memperkuat pengamanan Ibu Kota melalui empat tahap pengerahan mencapai 20.980 orang.

“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan.

Pengerahan tersebut merupakan bagian dari upaya penebalan pengamanan di wilayah Jakarta untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Personel TNI AL akan menjalankan tugas sesuai instruksi Panglima TNI dan kendali operasi yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pengerahan pasukan ini berlangsung di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo Subianto.

Dalam perkembangan perkara tersebut, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial LSP, ASN, dan EH. Identitas ketiganya disebut-sebut sebagai mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

“Penyidik telah menetapkan tersangka terhadap LSP, ASN, EH,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Selain tiga tersangka, penyidik memeriksa satu orang berinisial SU sebagai saksi untuk mendalami dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut. (Red)

Baca Lainnya

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Dijebloskan ke Rutan Mabes Polri Usai Sadap Presiden Prabowo

3 November 2026 - 19:01 WIB

Ancaman PTDH Hingga Hukuman Mati Menanti Petinggi Polri Jika Terbukti Lakukan Makar dalam Kasus Penyadapan Terhadap Presiden RI

3 November 2026 - 15:56 WIB

Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik

1 November 2026 - 16:39 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

28 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON

23 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di Hukrim