Resmi Dilantik, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Habibi Mahabbah Tegaskan Komitmen Kawal Program Prioritas Pemerintah Tekanan Anggaran Bayangi Pemerintahan Robinsar, Honor RT/RW Belum Mengalami Kenaikan Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen Gubernur Ansar Tinjau SPPG di Anambas, Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi Makanan 3.100 Pelari Siap Ramaikan BTN Kepri MoonRun 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Gubernur Ansar Agendakan Kunker ke Anambas, Tinjau SPPG dan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Peresmian Pelantar HDPE

Batam

Pencurian Pasir di Bukit Tengkorak Nongsa Diduga Marak, Penindakan Hukum Lemah dan Lingkungan Terancam Rusak

badge-check


 Pencurian Pasir di Bukit Tengkorak Nongsa Diduga Marak, Penindakan Hukum Lemah dan Lingkungan Terancam Rusak Perbesar

AskaraNews.com,Batam-Aktivitas dugaan pencurian pasir kembali mencuat di kawasan Bukit Tengkorak, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Praktik ilegal ini disinyalir berlangsung secara terbuka dan berulang, tapi hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari aparat terkait.

Berdasarkan pantauan warga sekitar, sejumlah truk pengangkut pasir keluar-masuk kawasan bukit hampir setiap hari, terutama pada malam hingga dini hari.

Pasir yang diambil diduga berasal dari lereng bukit yang seharusnya dilindungi, mengingat kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis penting sebagai penahan air dan pencegah longsor.
“Bukit sudah mulai tergerus. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi bencana. Anehnya, aktivitas ini seperti dibiarkan begitu saja,” ujar salah seorang warga Nongsa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain merusak bentang alam, pengambilan pasir secara ilegal ini juga dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Pasir merupakan sumber daya alam yang pengelolaannya wajib mengantongi izin resmi serta menyumbang pendapatan melalui pajak dan retribusi.

Namun, hingga kini tidak ada papan informasi izin usaha maupun aktivitas resmi yang terlihat di lokasi. Aktivis lingkungan di Batam menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama maraknya pencurian pasir.

Mereka mendesak pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan tersebut.

“Jika tidak segera ditindak, ini bisa menjadi preseden buruk. Alam dirusak, hukum dilecehkan, dan masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegas seorang pemerhati lingkungan.

Masyarakat berharap aparat tidak menutup mata dan segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas pencurian pasir di Bukit Tenkorak Nongsa.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas dan keadilan benar-benar ditegakkan

Baca Lainnya

Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen

7 November 2026 - 13:00 WIB

Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

7 November 2026 - 10:59 WIB

Pemko Batam Lindungi Data Pribadi dalam Layanan Publik Digital

7 November 2026 - 10:45 WIB

Pameran Pembangunan Batam, Amsakar Achmad Ajak Generasi Muda Melihat Kilas Balik Pembangunan Batam

7 November 2026 - 10:35 WIB

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 09:53 WIB

Trending di Batam