Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Tanjungpinang

SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat

badge-check


 SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan: Kecamatan Tanjungpinang Timur Perkuat Respons Pengaduan Masyarakat Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang-Kecamatan Tanjungpinang Timur terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui inovasi Sistem Aduan Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tanjungpinang Timur (SAKKTI). Inovasi tersebut dikembangkan sebagai sistem pengelolaan pengaduan masyarakat yang cepat, terintegrasi, responsif, serta berorientasi pada penyelesaian permasalahan di lapangan.

Dalam rangka memperkenalkan sekaligus menyamakan persepsi terkait penerapan SAKKTI, Kecamatan Tanjungpinang Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi mekanisme kerja sistem pengaduan tersebut. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor yang memiliki peran dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban wilayah.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, unsur TNI/Polri melalui Danramil dan Kapolsek, KUA, para lurah se-Kecamatan Tanjungpinang Timur, seksi pemerintahan dan ketenteraman serta ketertiban kelurahan, perwakilan RT/RW, hingga tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengapresiasi inovasi pengelolaan pengaduan yang dikembangkan Kecamatan Tanjungpinang Timur tersebut.

Menurut Teguh, pengelolaan pengaduan masyarakat yang dilakukan secara terintegrasi dan diikuti dengan kecepatan respons merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami mengapresiasi inovasi yang dibangun oleh Kecamatan Tanjungpinang Timur dalam pengelolaan pengaduan masyarakat. Kolaborasi dalam menangani pengaduan, termasuk kecepatan merespons laporan dan aspirasi masyarakat, merupakan bagian dari tujuan peningkatan pelayanan publik yang berulang kali diamanatkan oleh Bapak Wali Kota,” ujar Teguh. Rabu (07/10/2026).

Ia mengatakan, keberadaan SAKKTI menjadi langkah positif dalam membangun pola penanganan aduan yang tidak berhenti pada penerimaan laporan, tetapi dilanjutkan dengan proses verifikasi, koordinasi, tindakan, hingga penyelesaian.

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap aduan masyarakat dapat ditindaklanjuti. Karena itu, sistem seperti SAKKTI ini perlu dibangun dengan semangat kolaborasi, sehingga laporan yang masuk dapat segera diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya,” katanya.

Teguh menambahkan, penguatan sistem pengaduan juga sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah diakses, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tanjungpinang Timur, M. Mashuri, S.IP., menjelaskan bahwa SAKKTI merupakan inovasi yang dirancang untuk mendekatkan mekanisme pelayanan pengaduan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan persoalan ketenteraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Mashuri menjelaskan, SAKKTI merupakan singkatan dari Sistem Aduan Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sistem ini dibangun untuk memastikan setiap aduan masyarakat dapat diterima, diverifikasi, dikoordinasikan, ditindaklanjuti, dan dilaporkan penyelesaiannya secara lebih terstruktur.

“SAKKTI ini merupakan sistem pengelolaan aduan masyarakat yang kami bangun agar setiap laporan tidak hanya diterima, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sampai pada penyelesaian. Jadi, alurnya dimulai dari masyarakat menyampaikan aduan, kemudian dilakukan verifikasi, setelah itu dilakukan disposisi atau koordinasi dengan pihak terkait, dilanjutkan dengan tindakan di lapangan, dan terakhir pelaporan hasil penyelesaian,” jelas Mashuri.Rabu (07/10/2026).

Menurutnya, mekanisme tersebut penting karena persoalan ketenteraman dan ketertiban masyarakat sering kali membutuhkan keterlibatan lebih dari satu unsur.

Oleh sebab itu, SAKKTI dirancang dengan pendekatan lintas sektor sehingga laporan yang masuk dapat segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah, aparat keamanan, kelurahan, maupun unsur masyarakat sesuai dengan jenis permasalahan yang dilaporkan.

“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ada yang membutuhkan Satpol PP, Damkar, BPBD, kepolisian, TNI, kelurahan, bahkan dukungan RT, RW dan tokoh masyarakat. Karena itu, SAKKTI kami bangun dengan semangat kolaborasi,” katanya.

Dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi, para peserta diperkenalkan secara langsung dengan alur kerja SAKKTI. Simulasi dilakukan untuk memberikan pemahaman bersama mengenai bagaimana sebuah aduan diterima, diverifikasi, diteruskan kepada pihak yang berwenang, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya dilaporkan kembali.

Mashuri menegaskan, keberadaan SAKKTI diharapkan dapat memperpendek waktu respons terhadap pengaduan masyarakat sekaligus membangun pola pelayanan yang lebih terukur dan dapat dipantau.

“Jargon kami adalah ‘SAKKTI, Dari Aduan Menjadi Tindakan’. Artinya, kami ingin memastikan setiap aduan yang disampaikan masyarakat memiliki tindak lanjut yang jelas. Harapannya, inovasi ini dapat membantu menciptakan wilayah yang lebih tenteram dan tertib sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah,” tegasnya.

Melalui SAKKTI, Kecamatan Tanjungpinang Timur berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pola pelayanan pengaduan yang lebih cepat, responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. (Red)

Baca Lainnya

DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Koleksi Perpustakaan Tanjungpinang Jadi Bahan Lomba Resensi Buku

23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

23 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Warga Rasakan Manfaat Gerakan Pangan Murah, Belanja Rp200 Ribu Dapat Banyak Kebutuhan

23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Trending di Tanjungpinang