Menu ✖

Mode Gelap
Dasco: Buruh dan Pengusaha Masih Berbeda Pandangan, DPR Kejar RUU Ketenagakerjaan hingga Oktober ISMI Kepri 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Misni Minta Amanah Dijalankan untuk Kemajuan Daerah Kasus Penipuan Proyek Fiktif Makan Bergizi: Etika Mulia Sari Resmi Ditahan di Padang Minggu Besok, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar Murah, Ayam Dijual Rp35 Ribu Terima Sertifikat Apresiasi HUT ke-5 AMSI Kepri, Lis Darmansyah Ajak Media Siber Bersinergi Bangun Tanjungpinang Mosi Tidak Percaya Pada Majelis, Hotmartua Cabut Sengketa Informasi Melawan Dispora Tangsel

BP Batam

BP Batam dan PLN Siapkan Strategi Energi Hadapi Lonjakan Investasi Data Center

badge-check


 BP Batam dan PLN Siapkan Strategi Energi Hadapi Lonjakan Investasi Data Center Perbesar

Askaranews.coom. Batam-Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam transformasi Batam sebagai pusat data center regional.

Hal itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, yakni kesiapan utilitas menjadi bagian dari fondasi sebelum investasi baru masuk.

Paradigma itu mencakup lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan-jangan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.

“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.

Lebih lanjut disebutkan, kebutuhan energi sektor tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.

Fary mengatakan 2029 akan menjadi titik puncak. Pada tahun itu, kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, daya mampu pasok direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.

Menurut Fary, pertumbuhan kebutuhan energi tersebut harus diikuti perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi.

Lebih lanjut Fary mengatakan kebijakan energi di Batam harus mampu memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni menyediakan listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, keandalan pelayanan air, memberikan kepastian operasional bagi investor, serta menopang pertumbuhan ekonomi Batam secara berkelanjutan dan seimbang.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary. (*/akm)

Baca Lainnya

Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

26 September 2026 - 08:33 WIB

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

26 September 2026 - 08:03 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

25 September 2026 - 06:04 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

Trending di Batam