Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Tanjungpinang

Kualitas Udara Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Tanjungpinang Belajar Daring

badge-check


 Kualitas Udara Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Tanjungpinang Belajar Daring Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Siswa PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat di Tanjungpinang mulai Selasa (15/9/2026) mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Kebijakan ini berlaku hingga 18 September 2026 menyusul kondisi cuaca dan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/041.4/13/5.3.05/2026 tentang Pembelajaran Secara Daring Selama Kondisi Cuaca Berpotensi Bahaya yang diterbitkan Dinas Pendidikan Tanjungpinang pada 14 September 2026.

Melalui surat itu, sekolah diminta tetap menjalankan proses belajar selama penerapan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru tetap memberikan materi, tugas, dan pendampingan kepada siswa, sementara kepala sekolah memastikan kegiatan belajar berjalan efektif.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak kondisi udara.

Perubahan pola belajar ini juga berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Menurut Lis, teknis pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“MBG sudah menyesuaikan saja karena ini kondisinya sudah di atas 100,” ujar Lis, Senin (14/9/2026).

Lis juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pernapasan.

“Kita meminta agar menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan juga sudah kita galakkan untuk menggunakan masker,” tambahnya.

Pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Jika kondisi kembali aman, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Lis menyebut kondisi udara akan dipantau dalam dua hari ke depan. Apabila kabut asap semakin meningkat, kegiatan pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dapat diterapkan secara bergantian.

“Kita evaluasi bagaimana dengan sistem pelayanan daripada pendidikan ini,” tuturnya.(Red)

Baca Lainnya

Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah

24 Oktober 2026 - 07:03 WIB

DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Koleksi Perpustakaan Tanjungpinang Jadi Bahan Lomba Resensi Buku

23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

23 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Tanjungpinang