Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya Lis Dorong Peluang Beasiswa Pascasarjana bagi ASN, Pemko Tanjungpinang Siapkan Kolaborasi dengan UMRAH BPBD Tanjungpinang Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Diponegoro Terima Hibah Dump Truck, Lis Perkuat Penanganan Sampah di Tanjungpinang Wali Kota Lis Ajak DMI Hidupkan Kegiatan Masjid dan Kepedulian Sosial Wagub Nyanyang Apresiasi Angetin Signature, Dorong Rempah Nusantara Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

Nasional

Aktif Di BRICS, Ketua Umum PB PII AMSAL : Langkahnya Presiden Probowo Tepat dan Strategis

badge-check


 Aktif Di BRICS, Ketua Umum PB PII AMSAL : Langkahnya Presiden Probowo Tepat dan Strategis Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal, menilai langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia semakin aktif dalam BRICS merupakan kebijakan yang tepat dan strategis di tengah perubahan konstelasi global.

Hal tersebut disampaikan Amsal dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Menurut Amsal, keterlibatan aktif Indonesia di BRICS tidak semata-mata perlu dilihat sebagai pilihan arah politik luar negeri, tetapi sebagai bagian dari strategi memperluas ruang diplomasi, ekonomi, dan kerja sama internasional Indonesia.

“Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia semakin aktif di BRICS merupakan langkah yang tepat dan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan konstelasi global,” ujar Amsal.

Ia menilai, dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk memiliki ruang gerak yang luas dalam membangun hubungan dengan berbagai kekuatan dunia.

Dalam konteks tersebut, Amsal memandang BRICS dapat menjadi salah satu ruang strategis bagi Indonesia untuk memperbesar ruang kedaulatan dalam menentukan kepentingan nasional.

“BRICS harus menjadi salah satu ruang strategis bagi Indonesia untuk memperluas dan memperbesar ruang kedaulatan. Indonesia harus mampu memanfaatkan setiap ruang kerja sama internasional untuk memperkuat kepentingan nasional, bukan sekadar menjadi bagian dari suatu kelompok,” tegasnya.

Amsal menambahkan, keaktifan Indonesia di BRICS harus diarahkan pada agenda yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat, mulai dari penguatan ekonomi nasional, perdagangan, investasi, teknologi, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara dengan sumber daya besar dan pasar yang luas harus diikuti dengan kemampuan diplomasi yang kuat serta keberanian mengambil peran lebih besar dalam percaturan global.

“Indonesia harus hadir sebagai negara yang aktif, berdaulat dan memiliki posisi tawar. Keanggotaan dan keaktifan di BRICS harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang memperkuat ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Amsal.

Ketua Umum PB PII tersebut juga menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Menurutnya, keterlibatan dalam berbagai forum internasional harus tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama.

“Bebas dan aktif bukan berarti pasif. Justru Indonesia harus semakin aktif membangun jejaring kerja sama dengan berbagai negara dan blok ekonomi, sembari tetap menjaga independensi dalam menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional,” pungkas Amsal.

Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor  : Redaksi

Baca Lainnya

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih

15 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polri Resmikan Logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Pelayanan Publik

15 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI, Perkuat Sinergi jaga keamanan dan Kerukunan

14 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Abdul Kohar Ruslan Soroti Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Penegakan Hukum Transparan

14 Oktober 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional