Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030 Amsakar Raih Penghargaan Wali Kota Pendukung Zakat Terbaik 2026

Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Stabilitas Harga dan Ekonomi Terus Dijaga

badge-check


 Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Stabilitas Harga dan Ekonomi Terus Dijaga Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang-Pemerintah Kota Tanjungpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara hybrid yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Senin (07/09/2026).

Rakor diikuti Pemko Tanjungpinang dari Ruang Rapat Asisten II Lantai 2 Kantor Wali Kota Tanjungpinang, dengan kehadiran Kepala Bagian Perekonomian Setdako Tanjungpinang, Hamerudin, bersama instansi terkait.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah tidak hanya diminta menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Tito juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mencermati perkembangan sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit dan ikan segar.

Berdasarkan data BPS, inflasi nasional Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara month-to-month (m-to-m), setelah pada Juli mengalami deflasi 0,14 persen. Secara tahunan, inflasi Agustus tercatat 3,19 persen.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang mencatat deflasi 0,14 persen pada Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi indikator positif bagi stabilitas harga daerah, namun tetap perlu diikuti dengan pemantauan dan langkah antisipasi terhadap perubahan harga dan pasokan.

Hamerudin mengatakan, arahan Mendagri menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Inflasi memang harus dikendalikan, tetapi pada saat yang sama aktivitas ekonomi masyarakat juga harus tetap berjalan. Ketersediaan barang harus terjaga, distribusi lancar, harga stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat,” ujar Hamerudin.

Ia menegaskan Pemko Tanjungpinang akan terus memperkuat koordinasi antar-OPD dan stakeholder, melakukan pemantauan harga komoditas strategis, menjaga ketersediaan pasokan serta menyiapkan intervensi apabila terjadi tekanan harga.

“Target kita bukan hanya angka inflasi yang terkendali, tetapi bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang wajar, pelaku usaha tetap berjalan dan perputaran ekonomi Tanjungpinang terus bergerak,” pungkasnya.

Pemko Tanjungpinang berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui penguatan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Red)

Baca Lainnya

Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah

24 Oktober 2026 - 07:03 WIB

DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Koleksi Perpustakaan Tanjungpinang Jadi Bahan Lomba Resensi Buku

23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

23 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Tanjungpinang