Selat Lampa Resmi Dapat Kode Pelabuhan Internasional, Bupati Cen Rangkul Pengusaha Ekspor Impor Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca EN-LMND: Wempi Habari Ketua Bidang Hukum dan HAM “Hentikan Ekspansi Bataliyon Teritorial, Jangan Militerisasi Pembangunan dan Rampas Ruang Hidup Rakyat Ketimpangan UMP dan Kebutuhan Hidup Layak, M. Rizky Pratama Korsu Ketenagakerjaan BEM SI Kerakyatan, Desak Kemnaker Evaluasi Kebijakan Pengupahan Nasional LPTQ Batam Bidik Prestasi Nasional, Firmansyah Tekankan Pembinaan Kafilah RESMI LUNCURKAN IFTC TRAINING CENTER IKA FEBM UMRAH, DALAM SEMPENA PELANTIKAN DAN RAKER IKA FEBM UMRAH PERIODE 2026–2030

Tanjungpinang

Pelantar Kuning Dibawa ke Kemenhub, Menteri PU Minta Jembatan Senggarang Dicek dari Hulu ke Hilir

badge-check


 Pelantar Kuning Dibawa ke Kemenhub, Menteri PU Minta Jembatan Senggarang Dicek dari Hulu ke Hilir Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Persoalan Pelantar Kuning di Tanjungpinang akan dikoordinasikan dengan Menteri Perhubungan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV mengecek kondisi jembatan di Jalan Daeng Kamboja atau Jalan Senggarang Lama dari hulu hingga hilir.

Dody mengatakan hal itu saat meninjau sejumlah lokasi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026). Ia didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekda Zulhidayat dan jajaran perangkat daerah Pemko Tanjungpinang.

“Nanti saya koordinasikan dengan Menteri Perhubungan, karena Pak Wali Kota mengeluh kondisi Pelantar Kuning. Ada dua tempat, satu di sisi Tanjungpinang dan sisi di Penyengat,” kata Dody.

Dody kemudian meninjau jembatan di Jalan Daeng Kamboja. Ia menyebut jembatan tersebut memiliki sejarah yang berkaitan dengan aktivitas tambang bauksit.

“Jembatan ini punya histori cukup ajib, di mana waktu dulu ada tambang bauksit jadi ini pakai hauling, diblok di sungai,” ujarnya.

Dody meminta BWS Sumatera IV mengecek kondisi sungai dari hulu hingga hilir untuk menentukan penanganan yang dapat dilakukan. Hasil pengecekan itu akan dibahas bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Jadi saya sudah minta tolong kepada BWS untuk ngecek dari hulu ke hilir, apa yang bisa dikerjakan nanti kita diskusikan dengan wali kota,” tambahnya.

Selanjutnya, Dody meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Madong. Pembangunan sekolah tahap ketiga itu ditargetkan selesai Juni 2027 karena kegiatan belajar dijadwalkan dimulai pada Juli.

“Sekolah Rakyat pada tahap ketiga ini semua kita targetkan selesai di Juni 2027 karena bulan Juli anak-anak sudah masuk sekolah,” ucapnya.

Dalam kunjungan itu, Dody juga melihat lokasi pembangunan RSUD di Dompak, Waduk Sri Kanton dan Sport Center di Madong. Di Pulau Penyengat, ia berziarah ke makam dan mengunjungi Balai Adat.

Dody mengatakan kunjungan tersebut merupakan kali pertamanya ke Kepulauan Riau dan Pulau Penyengat. Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki sejarah Melayu yang panjang dan perlu dilestarikan.

Dody turut didampingi tim dari BWS Sumatera IV, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kepri, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kepri serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kepri. (Red)

Baca Lainnya

Diskominfo Tanjungpinang Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Syariah

24 Oktober 2026 - 07:03 WIB

DPPP Tanjungpinang Siapkan Pengembangan Cabai di Lahan 11 Hektare

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Wawako Raja Ariza: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Koleksi Perpustakaan Tanjungpinang Jadi Bahan Lomba Resensi Buku

23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Agar Makanan Tak Terbuang, Wawako Raja Ariza Dukung Gerakan Tanjak Pangan

23 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Trending di Tanjungpinang