Persiapan Penilaian Adipura 2026, Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026 Wagub Nyanyang Harapkan IKAL Lemhannas Jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Kepri Wagub Nyanyang Ajak Akuntan Perkuat Kesiapan Hadapi Era Pelaporan Keberlanjutan Global Melampaui Status Emerging Market : Daya Tarik Investasi Menuju Kedaulatan Ekonomi MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Abah Elang Desak DPR Sikapi Posisi Wapres

Nasional

Hadir di National Law Forum 2026, CEO Nbie Solutions Soroti Urgensi Tata Kelola Kecerdasan Buatan

badge-check


 Hadir di National Law Forum 2026, CEO Nbie Solutions Soroti Urgensi Tata Kelola Kecerdasan Buatan Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Dewan Perhimpunan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menggelar National Law Forum 2026, pada hari Senin (25/8/2026) di Hotel Kutai Raja, Jakarta, sebuah forum diskusi yang membahas isu strategis terkait tata kelola, hukum, teknologi, serta perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang perkembangan teknologi terhadap dunia hukum dan kehidupan masyarakat. Forum ini dibuka dengan sambutan dari H. Nezar Patria (Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI) serta paparan kunci oleh Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Pusat Politik dan Keamanan Indonesia / Puspolkam). Selanjutnya, materi diskusi dibawakan oleh Joe Martin Chandra (Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia), Farida Dewi Maharani (Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI), Dr. Stepi Anriani (Akademisi, Peneliti & Pemerhati Intelijen Keamanan Nasional), serta Arizki Putra Rahman (IT Enthusiast & CEO Nbie Solutions).

Salah satu narasumber, Arizki Putra Rahman, IT Enthusiast sekaligus CEO Nbie Solutions, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, PERMAHI menunjukkan peran aktif dalam membuka ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang bersinggungan dengan hukum dan perkembangan teknologi.

“Terima kasih, saya pribadi hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara National Law Forum yang diadakan oleh PERMAHI. Tema yang diangkat sangat relevan, khususnya mengenai tata kelola dan bagaimana kita menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Arizki dalam wawancara dengan awak media.

Arizki menjelaskan, dalam forum tersebut dirinya turut memberikan materi mengenai fundamental pemanfaatan teknologi dan AI, termasuk melihat sisi positif maupun potensi ancaman yang dapat muncul seiring semakin luasnya penggunaan teknologi.

Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya membutuhkan pemahaman teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan tata kelola dan regulasi yang mampu memberikan kepastian serta perlindungan bagi masyarakat.

“Ke depan bukan hanya regulasi mengenai penggunaan gadget atau teknologi informasi, tetapi kita juga membutuhkan regulasi terkait AI. Perkembangan AI harus diantisipasi dengan baik agar memberikan manfaat sekaligus mampu meminimalkan berbagai potensi ancaman, dan itu Pak Wamen Komdigi (Nezar Patria) sampaikan sudah diproses Peta Jalan AI Nasional” jelasnya.

Ia menilai, perkembangan teknologi memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor, mulai dari hukum, pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.

Arizki juga memberikan apresiasi terhadap PERMAHI yang dinilainya semakin aktif membuka ruang kolaborasi dan diskusi lintas sektor.

“PERMAHI sangat aktif dan membuka potensi kerja sama, baik dari sisi tata kelola AI, hukum, pendidikan hukum, ekonomi maupun sosial. Berbagai hal yang menyentuh aspek hukum dapat menjadi bahan pembahasan bersama,” katanya.

Ia berharap National Law Forum tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi semata, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkret untuk disampaikan kepada pemerintah maupun lembaga terkait.

“Harapan kita, berbagai persoalan yang berkaitan dengan hukum, teknologi, sosial dan pendidikan dapat dikaji bersama. Hasilnya kemudian bisa menjadi solusi dan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah serta lembaga terkait,” tutur Arizki.

Lebih lanjut, Arizki menegaskan pentingnya memastikan perkembangan teknologi tetap berjalan dalam koridor nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kemajuan Indonesia, bukan justru menjadi faktor yang memecah belah masyarakat.

“Pesan saya, perkembangan teknologi harus kita kawal bersama. Kita berharap Indonesia tetap bersatu, sesuai dengan martabat dan nilai-nilai Pancasila serta semangat Merah Putih,” pungkasnya.

Baca Lainnya

MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Abah Elang Desak DPR Sikapi Posisi Wapres

31 Oktober 2026 - 15:10 WIB

PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:57 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 14:16 WIB

RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital

30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Trending di Nasional