Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah BP Batam dan UIB Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan Lepas Kontingen Karimun, Endipat Wijaya Siapkan Bonus untuk Atlet yang Berprestasi Reses di Karimun, Endipat Wijaya Perjuangkan Pendidikan hingga Ambulance Gratis

Kepulauan Riau

Wagub Nyanyang: Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat

badge-check


 Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026). Perbesar

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Askaranews.com. Dompak- Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pesatnya perkembangan industri di Kepri harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.

Ini ditegaskan Nyanyang saat mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Menurut Nyanyang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.

Karakteristik wilayah yang didominasi industri padat modal, teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas, serta aktivitas maritim membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar,” ujarnya.

Sektor galangan kapal (shipyard) dia sebut menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Kompleksitas operasional, modernisasi peralatan, hingga tuntutan standar global mengharuskan setiap perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.

Menyikapi hal ini, Pemprov Kepri ditegaskan Nyanyang terus berupaya memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan keselamatan kerja bersertifikasi internasional menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut akan dijalankan melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta kerja sama dengan sektor swasta guna mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin tinggi dalam penerapan K3.

“Penerapan K3 yang baik akan menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya sehingga lapangan kerja baru terus terbuka,” jelasnya.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Jabat KH

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Pemprov Kepri dan Lima Daerah Bersinergi, Siapkan 171 ASN Jadi Komponen Cadangan

29 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Pemprov Kepri Hibahkan Barang dan Kendaraan untuk Lembaga Nirlaba Sosial Kemasyarakatan, Gubernur: “Ini Wujud Komitmen Pemerintah”

29 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Trending di Kepulauan Riau