Menu

Mode Gelap
Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Ditarget Diresmikan pada 100 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda Tokoh Agama dan Masyarakat Pulau Penyengat Serahkan Dokumen Dukungan Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Gubernur Ansar Minta Permainan Rakyat Dikemas Baik, Dijadikan Daya Tarik Wisata Budaya Penyengat Heritage 2026 Sukses Digelar, Dorong Revitalisasi Budaya Melayu Berkelanjutan Pengukuhan Pengurus PERBASI Tanjungpinang 2026–2030, Pemko Tanjungpinang Komitmen Dukung Kemajuan Olahraga Festival Penyengat Heritage 2026 Satukan Tiga Negara, 200 Jong Hidupkan Wisata Maritim Kepri

Batam

Kebakaran Kembali Melanda PT ASL Shipyard Batam Hari Ini

badge-check


 Kebakaran Kembali Melanda PT ASL Shipyard Batam Hari Ini Perbesar

AskaraNews.com-BATAM – Insiden kebakaran kembali dilaporkan melanda kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam, pada Minggu (25/1/2026). Peristiwa ini memicu kekhawatiran karena terjadi di tengah rentetan kecelakaan kerja fatal sebelumnya.

Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari area operasional perusahaan, sebagaimana terekam dalam pantauan di lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memitigasi api agar tidak merambat ke unit kapal lainnya.

Kejadian hari ini menambah rapor merah PT ASL dalam kurun waktu setahun terakhir. Pada Juni 2025, tercatat sebanyak 5 orang pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di lokasi yang sama.

Tragedi lebih besar kembali terjadi pada 15 Oktober 2025, di mana kebakaran hebat merenggut nyawa 13 pekerja lainnya. Selain itu, laporan mengenai adanya korban jiwa juga kembali muncul pada akhir Desember 2025 lalu.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, secara tegas telah meminta Pemerintah Daerah untuk menjatuhkan sanksi berat kepada manajemen perusahaan. Ia menilai kecelakaan kerja yang berulang kali menelan korban jiwa ini tidak bisa lagi dibiarkan.

Hingga kini, publik masih menanti langkah konkret dari dinas terkait untuk melakukan audit total terhadap sistem keselamatan kerja (K3) di galangan tersebut. Hal ini mendesak dilakukan guna memastikan tidak ada lagi nyawa pekerja yang menjadi korban demi kepentingan industry.

Baca Lainnya

Polsek Belakang Padang dan Dishub Tertibkan Parkir di Pelabuhan Kuning

21 Juni 2026 - 07:11 WIB

Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan

21 Juni 2026 - 06:56 WIB

Dinas Pendidikan Kota Batam Diduga Kerahkan Guru dan Murid Dukung MBG

20 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pekerja SPPG Hanya Demo 15 Menit di Batam, Akademisi Kritisi Gerakan Aksi: Harus Organik

20 Juni 2026 - 14:42 WIB

Sekda Batam Apresiasi Rute Baru Wings Air Batam-Pangkalpinang, Perkuat Konektivitas Kepulauan

19 Juni 2026 - 16:11 WIB

Trending di Batam