Menu ✖

Mode Gelap
Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming

Batam

Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih

badge-check


 Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih Perbesar

AskaraNews.com-Batam-Ratusan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 22 Januari 2026.

Aksi ini dipicu oleh krisis air bersih yang hingga kini belum mendapat solusi nyata dari pemerintah. Merasa lelah dengan janji-janji yang tak kunjung terealisasi, warga kompak turun ke jalan untuk menyuarakan hak dasar mereka atas air bersih.

Massa aksi mendatangi sejumlah titik strategis, di antaranya Kantor Pemerintah Kota Batam, Gedung DPRD Kota Batam, BP Batam, hingga kantor pengelola air bersih ABH Batam.
Koordinator Penanggung Jawab Aksi, Syamsuddin, menyampaikan tiga tuntutan utama warga di depan Gedung Pemerintah Kota Batam. Namun sangat disayangkan, Wali Kota Batam tidak menemui massa aksi, bahkan tidak memberikan tanda tangan sebagai bentuk penerimaan atas tuntutan yang disampaikan warga.

Dalam orasinya, Syamsuddin menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota tidak menyurutkan semangat warga.
“Walaupun Wali Kota Batam tidak menandatangani tuntutan kami hari ini, kami anggap Pemerintah Kota Batam menyetujui tuntutan tersebut, karena Wali Kota tidak turun menemui warga,” ujarnya dengan nada tegas.

Hal senada disampaikan Haris, selaku Koordinator Aksi. Ia mengaku kecewa atas sikap Wali Kota Batam yang tidak mau menemui warganya sendiri saat aksi damai berlangsung.
“Kami sangat kecewa. Aksi damai ini dilindungi undang-undang. Kami menyampaikan aspirasi secara santun, bukan untuk membuat kerusuhan,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Kalau memang mau mengajak diskusi, apa salahnya berdiskusi secara terbuka? Yang jelas, kami sangat kecewa,” tutupnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti dan krisis air bersih di Tanjung Sengkuang dapat diselesaikan secara serius dan transparan. (Red)

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Resmikan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat

25 September 2026 - 17:33 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

25 September 2026 - 06:52 WIB

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini.

25 September 2026 - 06:04 WIB

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

25 September 2026 - 03:02 WIB

LMB Kepri Kota Batam Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Riau Ke-24 Tahun

24 September 2026 - 12:42 WIB

Trending di Batam