Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas 24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap

badge-check


 Wali Kota Lis Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Modern Berbasis RDF di Cilacap Perbesar

Askaranews.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mempelajari sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memperkuat referensi dan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern.

Dalam pemaparan yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, dijelaskan bahwa TPST RDF Jeruklegi mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen melalui kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pengelolaan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Denmark sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Kabupaten Cilacap yang memiliki luas wilayah 213.850 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.070.417 jiwa pada semester I tahun 2026, menghasilkan timbulan sampah sekitar 993 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21,35 persen telah berhasil dikelola melalui sistem penanganan dan pengurangan sampah.

Lis menilai, pengelolaan sampah berbasis teknologi RDF menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dipelajari untuk mendukung penanganan persoalan sampah di daerah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan inovasi dan teknologi agar sampah memiliki nilai manfaat sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat referensi pemerintah daerah dalam menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Apa yang diterapkan di Cilacap tentu menjadi referensi yang sangat baik. Mulai dari pengolahan, pembiayaan, hingga kerja sama dengan industri dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain,” tambahnya.

Lis berharap pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berorientasi pada penanganan akhir, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi sirkular serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bergerak bersama agar pengelolaan lingkungan berjalan optimal,” harapnya.

Dalam penjelasan tersebut, TPST RDF Jeruklegi dibangun dengan nilai proyek sekitar Rp84 miliar dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti mesin pencacah (shredder), drying bay, serta mesin pengayak (screener). Teknologi bio drying membrane yang diterapkan mampu mengolah sampah menjadi RDF dalam waktu sekitar 21 hari sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.

 

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:16 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:47 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang