Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri Ansar Ahmad Hadiri Pelantikan DPD Pengajian Al-Hidayah Kepri, Dewi Ansar Pimpin Periode 2025-2030 Porprov VI Kepri 2026 Dimulai, Ajang Lahirnya Atlet Berprestasi di Tingkat Nasional

Nasional

Prabowo Subianto Umumkan Pemotongan Anggaran untuk Efisiensi Fiskal

badge-check


 Prabowo Subianto Umumkan Pemotongan Anggaran untuk Efisiensi Fiskal Perbesar

AskaraNews.Com, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah pemotongan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi fiskal dan menutup celah penyalahgunaan dana negara. Langkah ini diumumkan dalam pernyataan video yang dirilis oleh Sekretariat Presiden di Jakarta pada Kamis.

Dalam inisiatif awal untuk meningkatkan efisiensi, Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah berhasil menghemat Rp. 308 triliun dari anggaran pemerintah pusat.

“Penghematan ini berasal dari pengeluaran yang tidak masuk akal. Jika tidak dipotong, dana tersebut berpotensi besar mengarah pada korupsi,” ujar Prabowo.

Penghematan Rp. 308 triliun tersebut berasal dari tinjauan awal terhadap pengeluaran pemerintah pusat, yang bertujuan mengidentifikasi alokasi yang tidak efisien dan tidak diperlukan. Prabowo memperingatkan bahwa jika dana tersebut tidak dikendalikan, maka akan membebani keuangan negara tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prabowo juga menyoroti Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang tinggi, saat ini di angka 6,5, jauh di atas negara-negara tetangga. Menurutnya, ICOR yang tinggi ini mencerminkan ketidakefisienan sekitar 30 persen, setara dengan sekitar US$75 miliar dari anggaran negara yang mendekati Rp. 3.700 triliun.

Pemotongan Anggaran dan Efisiensi

Pemotongan anggaran menargetkan pengeluaran seperti acara seremonial, perlengkapan kantor, serta pertemuan dan seminar di luar kantor, yang menurut Prabowo sering kali gagal mengatasi isu inti seperti pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga meninjau praktik pengadaan rutin, termasuk pembelian komputer dan peralatan kantor yang sering dilakukan setiap tahun.

Prabowo menekankan bahwa penghematan substansial masih mungkin dilakukan dengan memperketat pengawasan terhadap pengeluaran non-esensial di seluruh lembaga pemerintah. Sebagai langkah tambahan untuk mengurangi biaya operasional, pemerintah mempertimbangkan pengaturan kerja baru, termasuk minggu kerja yang lebih pendek dan adopsi kerja jarak jauh yang lebih luas.

“Saya melihat negara lain mengurangi minggu kerja dari lima hari menjadi empat, seperti Filipina dan Pakistan. Kemudian ada kerja dari rumah. Selama COVID, kita berhasil melaksanakannya dengan baik. Saya pikir kita bisa melakukannya lagi. Mungkin 75 persen pegawai bisa bekerja dari rumah,” kata Prabowo.

Baca Lainnya

Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik

1 November 2026 - 16:39 WIB

Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 10:22 WIB

Bela Raffi Ahmad, Tokoh Pemuda Abdul Kohar Ruslan Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 10:17 WIB

MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Abah Elang Desak DPR Sikapi Posisi Wapres

31 Oktober 2026 - 15:10 WIB

PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Trending di Nasional