Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban

Nasional

Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas

badge-check


 Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-Ketua I Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Teuku Rahmat Al Qahhar, mengecam keras insiden dugaan penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, saat masyarakat tengah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rabu, 4/11/26

Peristiwa yang seharusnya berlangsung dalam suasana penuh keberkahan, kedamaian, dan kebersamaan tersebut justru berujung pada tragedi kemanusiaan. Berdasarkan informasi yang berkembang, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Rahmat menilai, apa pun latar belakang dan persoalan yang melatarbelakangi peristiwa itu, tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan. Terlebih, peristiwa tersebut terjadi di tengah kegiatan keagamaan yang semestinya dihormati dan dijaga bersama.

“Sebagai putra asli Aceh, jujur saya sangat sakit hati melihat darah kembali tumpah di tanah yang kita cintai ini. Aceh sudah terlalu banyak melewati masa-masa sulit dan pengalaman konflik yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakatnya. Kita tentu tidak ingin sejarah kelam itu kembali terulang.”

“Saya mengecam keras tindakan penembakan terhadap warga sipil apabila dugaan tersebut terbukti. Tidak boleh ada satu pun persoalan yang kemudian diselesaikan dengan cara-cara kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa manusia. Ini bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan rasa keadilan masyarakat Aceh,” tegas Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat meminta agar aparat penegak hukum dan institusi terkait segera melakukan investigasi secara menyeluruh, independen, transparan, dan akuntabel. Seluruh rangkaian peristiwa harus diungkap, mulai dari kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, penggunaan senjata api, hingga kemungkinan adanya perintah atau tanggung jawab komando.

Ia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan keterlibatan oknum aparat, proses hukum harus dilakukan secara terbuka dan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada upaya menutup-nutupi fakta maupun melindungi pihak mana pun yang terbukti bertanggung jawab.

“Jangan sampai masyarakat kembali kehilangan kepercayaan terhadap keadilan. Negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya. Mereka yang menjadi korban harus mendapatkan keadilan, keluarga korban harus memperoleh kepastian, dan seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku.”

Rahmat yang juga merupakan Demisioner Ketua Umum PB HIMABIR Banda Aceh periode 2023–2025 serta mahasiswa Magister Manajemen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan memberikan ruang bagi proses pengungkapan fakta. Namun, ketenangan masyarakat tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk membiarkan peristiwa ini berlalu tanpa pertanggungjawaban.

“Jangan biarkan darah rakyat menjadi peristiwa yang sekadar lewat dalam pemberitaan. Aceh membutuhkan kedamaian yang benar-benar menghadirkan rasa aman, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” tambahnya.

Ketua Umum PB PII: Negara Harus Hadir, Keadilan Bagi Korban Tidak Boleh Diabaikan

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal Alfian, S.E., M.E., turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di Pidie.

Amsal menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil merupakan tanggung jawab negara yang tidak boleh dikompromikan. Ia meminta agar peristiwa tersebut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh institusi terkait.

“PB PII memandang bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman. Kami meminta agar peristiwa ini diusut secara tuntas, objektif, dan transparan. Jangan sampai ada fakta yang disembunyikan dan jangan sampai keadilan bagi para korban terabaikan.”

“Persoalan apa pun yang terjadi di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan dengan tindakan kekerasan. Aceh membutuhkan kedamaian yang dijaga dengan keadilan, bukan kedamaian yang dibangun dengan membungkam luka masyarakat,” tegas Amsal.

PB PII menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap seluruh warga yang mengalami luka-luka segera mendapatkan penanganan dan pemulihan.

Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor  : Amka

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan

4 November 2026 - 14:26 WIB

Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban

4 November 2026 - 14:22 WIB

Mabes Polri Geger! Junior Gulung Senior, Tiga Jenderal Terseret Skandal Penyadapan

3 November 2026 - 23:16 WIB

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Dijebloskan ke Rutan Mabes Polri Usai Sadap Presiden Prabowo

3 November 2026 - 19:01 WIB

Ancaman PTDH Hingga Hukuman Mati Menanti Petinggi Polri Jika Terbukti Lakukan Makar dalam Kasus Penyadapan Terhadap Presiden RI

3 November 2026 - 15:56 WIB

Trending di Nasional