Askaranews.com. Kota Tanjungpinang-Sisa makanan yang terbuang menjadi persoalan yang ingin ditekan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Gerakan Tanjak Pangan (Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan).
Program tersebut mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan pangan, mulai dari mengambil makanan sesuai kebutuhan hingga mendonasikan pangan yang masih layak konsumsi kepada warga yang membutuhkan.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, Gerakan Tanjak Pangan merupakan inovasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) untuk mendorong pemanfaatan pangan secara lebih efektif.
“Selama ini pangan kita kadang tersisa, pemanfaatannya kurang efektif. Karena itu, dibuat Gerakan Tanjak Pangan untuk mengajak kita menjaga pangan,” kata Raja Ariza saat peluncuran program di halaman samping Masjid Al-Iltizam, Km 8 Atas, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan gerakan ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah, camat, RT/RW, masyarakat, hingga pihak sekolah, terutama pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita sarankan supaya sisa makanan tidak terbuang,” ujarnya.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, menjelaskan, sampah pangan di Tanjungpinang mencapai hampir 60 ton setiap hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil pangan.
“Kami mengajak masyarakat mengubah perilaku yang awalnya boros pangan menjadi bijak pangan,” ucap Yesi.
Gerakan Tanjak Pangan merupakan bagian dari gerakan nasional yang diterapkan di Tanjungpinang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, perguruan tinggi, PKK, ASITA, FKUB, sekolah, hingga pelaku usaha kuliner.
Pelaksanaan gerakan ini juga telah diuji coba di Kecamatan Tanjungpinang Barat. Menurut Yesi, edukasi dan sosialisasi kepada sekolah serta penyedia makanan membantu menekan sisa makanan dari Program MBG.
Ia berharap Gerakan Tanjak Pangan dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Tanjungpinang. Masyarakat juga diimbau mengambil makanan secukupnya, menghabiskannya, serta mendonasikan pangan yang masih layak konsumsi kepada warga yang membutuhkan.
“Ambillah makanan secukupnya dan habiskan, serta donasikan pangan yang masih layak konsumsi untuk masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya. (Red)


























