Askaranews.com. Jakarta-Lebih dari Tiga dekade pengabdian Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Jenderal Polisi. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., di Korps Bhayangkara kini berlanjut ke jabatan tertinggi di institusi Kepolisian.
Berawal dari penugasan di bidang reserse, Suyudi menapaki berbagai jabatan kewilayahan hingga dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN), sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan naik pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.
Pelantikan tersebut berlangsung setelah DPR RI memberikan persetujuan terhadap Suyudi melalui Rapat Paripurna pada hari yang sama. Sebelumnya, Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri.
Sehari kemudian, Mabes Polri menggelar acara pisah sambut kepemimpinan, Jumat (2/10/2026). Momentum tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Polisi Dedi Prasetyo kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat.
Berawal dari Pendidikan Akpol 1994
Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sejak awal pengabdiannya, ia banyak bersentuhan dengan fungsi reserse sebelum kemudian mendapat kepercayaan memimpin sejumlah satuan kewilayahan.
Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Suyudi pernah menjalani sejumlah penugasan, antara lain sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan. Pengalaman tersebut kemudian berkembang ke posisi pimpinan di tingkat polres.
Ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014-2015, kemudian Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015-2016, dan Kapolresta Bogor pada 2016-2017.
Memasuki 2017, Suyudi mendapat penugasan di Bareskrim Polri. Ia dipercaya menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Kariernya kemudian kembali berlanjut di Polda Metro Jaya. Pada 2019, Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum. Rangkaian penugasan tersebut memperkuat pengalaman Suyudi di bidang penyelidikan, penyidikan dan penegakan hukum.
Naik ke Jabatan Strategis Kewilayahan
Pengalaman di bidang reserse kemudian mengantarkan Suyudi ke sejumlah jabatan strategis. Ia dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023 hingga 2024.
Pada 26 Juni 2024, Suyudi mendapat amanah sebagai Kapolda Banten. Ia memimpin Polda Banten hingga Agustus 2025 sebelum kemudian mendapat penugasan baru di tingkat nasional.
Selama memimpin Polda Banten, sejumlah program pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat dikembangkan, antara lain Warung Bhabinkamtibmas (Warbin), Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (PECAK), Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), serta Subuh Keliling.
Di bidang penegakan hukum, Polda Banten mencatat 4.155 tindak pidana sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.509 perkara berhasil diselesaikan.
Suyudi juga mendorong dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan, termasuk pengembangan sektor pertanian dan budidaya jagung di wilayah Banten.
Memimpin BNN dan Penanganan Narkotika
Setelah lebih dari satu tahun memimpin Polda Banten, Suyudi mendapat penugasan baru. Pada 25 Agustus 2025, ia dipercaya menjadi Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Martinus Hukom.
Selama memimpin BNN, Suyudi mengusung pendekatan War on Drugs for Humanity, dengan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika sekaligus pendekatan kemanusiaan dalam penanganan korban penyalahgunaan narkotika.
Salah satu program yang dikembangkan adalah ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika.
Pada periode tersebut, BNN juga menangani sejumlah perkara besar narkotika, termasuk pengungkapan jaringan internasional dan penyelundupan dalam jumlah besar.
Pengalaman memimpin lembaga yang berfokus pada pemberantasan narkotika tersebut menjadi bagian terakhir dari perjalanan Suyudi sebelum kembali ke institusi asalnya untuk menduduki jabatan Kapolri.
Pendidikan dan Pengembangan Keilmuan
Di tengah perjalanan kariernya, Suyudi juga menempuh sejumlah pendidikan lanjutan. Ia menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K).
Selain pendidikan kepolisian, Suyudi memiliki latar belakang pendidikan hukum dan magister sains. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.
Melaju ke Kursi Kapolri
Pergantian pucuk pimpinan Polri dimulai ketika Presiden Prabowo mengirimkan Surat Presiden mengenai calon tunggal pengganti Listyo Sigit Prabowo kepada DPR.
Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada 1 Oktober 2026. Dalam proses tersebut, Suyudi menyampaikan visi dan komitmennya mengenai arah kepemimpinan Polri apabila mendapat amanah sebagai Kapolri.
Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi untuk menjadi Kapolri. Persetujuan tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI dan disetujui pada hari yang sama. Setelah itu, Presiden Prabowo melantiknya di Istana Negara.
Dengan pelantikan tersebut, perjalanan Suyudi yang dimulai dari fungsi reserse, berlanjut ke berbagai jabatan kewilayahan, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Banten hingga BNN, kini memasuki fase baru sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Suyudi menegaskan bahwa jabatan Kapolri bukan sekadar pencapaian karier, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui hasil kerja.
“Apabila memperoleh amanah, saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji. Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” tegas Suyudi.*






























