Askaranews.com. Karawang-Dugaan kegagalan pemasangan infus terhadap seorang anak di RS Permata Keluarga Karawang kembali menjadi perhatian publik setelah keluarga pasien mengungkapkan pengalaman yang dialami pada 29 Juli 2026.
Perhatian terhadap persoalan ini semakin meningkat setelah keluarga menyampaikan adanya kasus lain yang menurut penuturan orang tua pasien terjadi pada sekitar Mei 2025.
Dalam kasus sebelumnya, orang tua pasien lain mengaku anaknya mengalami kegagalan pemasangan infus hingga 12 kali. Sementara itu, menurut pengakuan keluarga tersebut, pihak rumah sakit menyebutkan enam kali percobaan.
Kedua kejadian tersebut memiliki kesamaan berupa kesulitan pemasangan infus pada pasien anak. Namun, belum ada pemeriksaan independen yang memastikan apakah keduanya memiliki penyebab, prosedur, atau bentuk kelalaian yang sama.
Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., selaku pendamping keluarga dalam kasus yang terjadi pada Juli 2026, menyatakan bahwa kejadian yang dilaporkan tersebut perlu menjadi perhatian serius.
“Kami tidak ingin membuat kesimpulan tanpa pemeriksaan. Namun, apabila terdapat lebih dari satu laporan mengenai pengalaman serupa, sudah sepatutnya ada evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan pasien anak,” ujarnya.
Ia meminta rumah sakit meninjau kembali prosedur pemasangan infus, mekanisme eskalasi kepada petugas yang lebih berpengalaman, serta sistem pencatatan tindakan medis.
Romadhoni juga mengajak masyarakat yang memiliki pengalaman serupa untuk menyampaikan pengaduan melalui jalur resmi dan menyimpan dokumen pendukung.
Menurutnya, perlindungan pasien harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika pelayanan kesehatan diberikan kepada anak yang membutuhkan penanganan khusus. (*/akm)

























