Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

Nasional

MFF Syndicate Apresiasi Pergantian Kapolri, Dukung Suyudi Ario Seto Melahirkan Momentum Baru bagi Polri yang Makin Profesional dan Berintegritas

badge-check


 MFF Syndicate Apresiasi Pergantian Kapolri, Dukung Suyudi Ario Seto Melahirkan Momentum Baru bagi Polri yang Makin Profesional dan Berintegritas Perbesar

Askaranews.com. Jakarta-MFF Syndicate mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

DPR RI pada Kamis (1/10/2026) juga telah menyetujui Mantan Kapolda Banten pada tahun 2024 itu sebagai Kapolri setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.

Pendiri MFF Syndicate, M. Fauzan Febriansyah, mengatakan, pergantian pucuk pimpinan Polri harus dibaca bukan semata sebagai pergantian figur, melainkan sebagai momentum memperkuat institusi kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum yang semakin kompleks.

“Komjen Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga memimpin Badan Narkotika Nasional. Modal pengalaman tersebut penting untuk membawa perspektif penegakan hukum yang kuat sekaligus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Fauzan, pada Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, tantangan Kapolri ke depan bukan hanya kejahatan konvensional, narkotika dan gangguan keamanan, tetapi juga kejahatan digital, penipuan berbasis teknologi, disinformasi, konflik sosial, kejahatan ekonomi, serta kebutuhan menjaga ruang publik tetap aman dan demokratis.

Karena itu, MFF Syndicate, yang merupakan sebuah Kelompok Kajian Hukum & Kebijakan Publik, mendorong kepemimpinan baru Polri untuk memperkuat tiga agenda utama, yaitu supremasi hukum, reformasi kelembagaan, dan kepercayaan publik.

“Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu memastikan hukum bekerja secara profesional, transparan dan terukur. Kewenangan besar kepolisian harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas yang besar pula. Polri dibawah komando Suyudi harus makin profesional dan berintegritas,” ujar Fauzan.

Ia juga berharap kepemimpinan Suyudi dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha dan kelompok muda. Menurutnya, keamanan nasional pada era baru tidak cukup dibangun melalui pendekatan penindakan, tetapi juga melalui pencegahan, literasi publik, ketahanan sosial dan kepercayaan masyarakat.

“Kapolri baru memiliki kesempatan untuk meninggalkan legacy sebagai pemimpin yang membuat Polri semakin kuat secara institusi sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Ukurannya sederhana, hukum hadir dengan tegas, tetapi tetap adil, negara kuat, tetapi hak masyarakat tetap terlindungi,” jelasnya.

MFF Syndicate juga menyampaikan penghargaan kepada Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas pengabdiannya selama memimpin Polri serta berharap proses transisi kepemimpinan berlangsung tertib, profesional dan menjaga soliditas institusi.

Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPR RI menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Persetujuan tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI dan disetujui oleh anggota DPR.

Suyudi bukan sosok yang asing bagi Banten. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2024–2025. Hubungannya dengan Banten juga telah terjalin sejak awal karier kepolisian.

Berdasarkan keterangan Badan Penghubung Provinsi Banten pada 31 Juli 2024, Suyudi menyebut dirinya pernah bertugas di Banten sekitar 30 tahun lalu setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol). Ia pertama kali ditugaskan di wilayah Banten pada satuan Brimob.

“Sekitar 30 tahun lalu saya pernah tugas di sini. Selain itu, Ibu saya juga asli orang Banten,” kata Suyudi saat itu.

Keterkaitan Suyudi dengan Kabupaten Pandeglang juga pernah disampaikan Kapolda Banten Brigjen Pol. Hengki dalam acara kenal pamit Kapolda Banten pada Agustus 2025.

“Kalau Irjen Pol Suyudi Ario Seto asli Pandeglang, saya asli Banten,” ujar Hengki dalam acara tersebut, sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Suyudi lahir pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akpol 1994. Sebelum diusulkan sebagai Kapolri, ia pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penulis: Heri Yuanda
Editor  : Redaksi

Baca Lainnya

PB PII Tekankan Perlindungan Anak dan Profesionalitas Aparat dalam Kasus Sukoharjo

30 Oktober 2026 - 15:57 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 14:16 WIB

RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital

30 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 05:49 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

28 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Trending di Ekonomi