Menu ✖

Mode Gelap
PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Presidium Pelajar Nasional Gelar Diskusi Nasional, Dorong Suara Pelajar Masuk dalam Reformasi Kepemiluan Bupati Aneng Sebut Kepri Terang Sentuh 14.340 Rumah Tangga Dalam Hari Jadi Kepri ke-24 APBD Perubahan Kabupaten Anambas Tahun Anggaran 2026 Disetujui Sebesar Rp729 Miliar MK Jadwalkan Sidang Sengketa Ijazah SMA Gibran Rakabuming Lestarikan Warisan Melayu, Yoni Fadri Apresiasi Kemah Budaya Pulau Penyengat 2026

Banten

PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka

badge-check


 PSMTI Banten Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Terbuka Perbesar

Askaranews.com. Tangsel-Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Kamis (24/9). Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara PSMTI Provinsi Banten dengan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, GS Ashok Kumar, yang memberikan rekomendasi agar PSMTI melakukan pertemuan dengan pihak UT.

Rombongan PSMTI Provinsi Banten diterima hangat oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Pondok Cabe, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. bersama dosen UT Pondok Cabe.

Dalam pertemuan tersebut, PSMTI Provinsi Banten memperkenalkan organisasi sekaligus membahas peluang kolaborasi dengan UT. Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai program konkret yang saling mendukung, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Ketua PSMTI Provinsi Banten, S. Suryadi H, menyampaikan harapannya agar penjajakan kerja sama dengan UT dapat segera ditindaklanjuti. “Harapan kami kerja sama ini bisa segera diwujudkan dalam penanda tanganan Memorandum of Agreement (MoA). Sehingga program kerja sama dapat segera dijalankan dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujar S. Suryadi H.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah gagasan kerja sama pendidikan turut dibahas, antara lain program student exchange, diskusi akademik, serta peluang kerja sama antara UT dengan Universitas di Tiongkok. Salah satu peluang yang dibahas adalah penjajakan kerja sama antara UT dengan Capital Normal University (CNU) di Beijing, termasuk kemungkinan pengembangan program pertukaran mahasiswa, kerja sama akademik, serta peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Tiongkok.

Selain itu, pengembangan pendidikan yang berkaitan dengan Bahasa Mandarin dan Sastra Mandarin juga menjadi salah satu bidang yang dapat dikaji lebih lanjut.

Menurut S. Suryadi H, UT memiliki keunggulan dalam memberikan akses pendidikan yang luas dan fleksibel kepada masyarakat.

“Dengan biaya kuliah yang relatif terjangkau yakni hanya sebesar 1,5 juta per semester, UT bisa membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan ekonomi tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan tinggi darimana pun karena sistemnya adalah Pembelajaran Jarak Jauh. PSMTI Banten berharap dapat ikut menyosialisasikan informasi ini kepada masyarakat yang membutuhkan, karena mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya,” tuturnya.

Selain pendidikan akademik, pertemuan juga membahas peluang kerja sama dengan Sekolah Vokasi UT yang resmi hadir pada 15 September 2025 lalu sebagai bagian dari komitmen UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) serta perkembangan teknologi di era digital.

Dengan sistem Pendidikan Jarak Jauh, UT memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri untuk memperoleh pendidikan dan keterampilan terapan tanpa terbatas ruang dan waktu.

Saat ini terdapat enam bidang program studi vokasi yang sedang dikembangkan, yaitu Kesehatan, Kearsipan, Teknologi Informasi, Akuntansi Bisnis Digital, Manajemen Logistik, serta Electric Vehicle (EV).

PSMTI Provinsi Banten melihat peluang untuk ikut menjembatani mahasiswa Sekolah Vokasi dengan dunia usaha dan industri melalui jaringan perusahaan yang terhubung dengan PSMTI Pusat maupun jejaring PSMTI di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Vokasi UT, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata yang sesuai dengan bidang pendidikan mereka.

“Untuk Sekolah Vokasi, kami berharap PSMTI Provinsi Banten bisa ikut menjembatani mahasiswa dan mahasiswi untuk mendapatkan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang memiliki jaringan dengan PSMTI. Dengan begitu, pendidikan yang mereka dapatkan bisa semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas S. Suryadi H. (*/Akm)

 

Baca Lainnya

Debat Panjang Di Sidang Sengketa Informasi: 1 Lawan 3, Majelis Komisioner Komisi Informasi Banten Dilaporkan Etik Tetapi Menolak Mengundurkan Diri

22 September 2026 - 05:20 WIB

BI Banten Gandeng GMIB, 200 Masjid di Serang dan Cilegon Ikuti Workshop Sehari Enam Modul

18 September 2026 - 17:57 WIB

Workshop Manajemen Masjid Modern GMIB Hadirkan 200 Pengurus Masjid dari Serang dan Cilegon

17 September 2026 - 08:08 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 10:55 WIB

24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

13 September 2026 - 10:50 WIB

Trending di Banten