Tekanan Anggaran Bayangi Pemerintahan Robinsar, Honor RT/RW Belum Mengalami Kenaikan Amsakar Achmad Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri 7,52 Persen, Batam Berkontribusi 66,63 Persen Gubernur Ansar Tinjau SPPG di Anambas, Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi Makanan 3.100 Pelari Siap Ramaikan BTN Kepri MoonRun 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Gubernur Ansar Agendakan Kunker ke Anambas, Tinjau SPPG dan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat hingga Peresmian Pelantar HDPE Buka Jambore PKK Batam 2026, Amsakar Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Pemberdayaan Keluarga

Aceh

Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak

badge-check


 Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak Perbesar

Raja adat Peureulak: segera kita bentuk desa adat binaan

Askaranews.com. Peureulak- Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menggelar temu ramah bersama para tokoh masyarakat Peureulak sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan unsur masyarakat, adat, dan para sesepuh Peureulak.

Pertemuan tersebut dihadiri para mukim, tokoh adat, mantan Panglima GAM, serta sejumlah sesepuh Peureulak. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membahas upaya pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, hadir didampingi Wazirul Mal Kesultanan Peureulak, Teuku Muhammad Redha Al Khalidi, SH.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, pertemuan membahas berbagai hal terkait pelestarian adat, sejarah, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Peureulak.

Salah satu agenda yang disampaikan adalah rencana membentuk dan melestarikan desa adat sesuai dengan program Majelis Adat Aceh (MAA). Program tersebut nantinya akan dibina di bawah Yayasan Sultan Muhammad Aminsyah dan direncanakan mulai menjalankan berbagai program pada tahun ini.

Program desa adat tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya masyarakat Peureulak, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menyampaikan bahwa pelestarian adat tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai adat dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Pelestarian adat harus dilakukan secara nyata dan melibatkan masyarakat. Kita ingin nilai-nilai adat dan sejarah Peureulak tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Tgk Popon.

Ia berharap rencana pembentukan desa adat tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga adat, sejarah, dan kebudayaan Peureulak, sekaligus mendukung program-program pelestarian adat yang dikembangkan oleh MAA.

Temu ramah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan dukungan terhadap upaya menjaga silaturahmi, persatuan, serta pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Baca Lainnya

Persiapan Penilaian Adipura 2026, Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi

31 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

31 Oktober 2026 - 19:53 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Sukseskan Layanan JKN, DPP dr. Leni Afriani, M.K.T Bersama BPJS Kesehatan Langsa Jaring 36 Pasien PRB Lewat Mentoring Spesialis

16 Oktober 2026 - 04:34 WIB

PII Aceh Soroti Akses Pendidikan Pidie Jaya, Darwati Siap Suarakan ke Pusat

15 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Trending di Aceh