Menu

Mode Gelap
Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda Disdukcapil Kota Tanjungpinang Raih Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, Perkuat Keamanan Data dan Kepercayaan Publik Kenaikan Harga BBM Berdampak, Pemko Batam Kendalikan Inflasi Lewat Kolaborasi TPID Diskominfo Tanjungpinang Edukasi Masyarakat Kenali Modus Love Scamming Terima Kunjungan Komisi III DPRD Karimun. Ahmad Yani: Berbagi Praktik Baik Bahas Pengelolaan Limbah B3 Gelar Rakor TPID, Wawako Raja Ariza: Fenomena El Nino Memengaruhi Distribusi Pasokan dan Inflasi Daerah

Batam

Festival Mancing Ngarong Resmi Dibuka, Ketum LAM Batam Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

badge-check


 Festival Mancing Ngarong Resmi Dibuka, Ketum LAM Batam Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Perbesar

Askaranews.com. Batam-Tradisi khas masyarakat pesisir Kampung Tua Teluk Mata Ikan kembali semarak melalui Festival Mancing Ngarong VI yang digelar di Pantai Camar, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Minggu (12/7/2026). Tahun ini, festival dipadukan dengan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Perempat Final Piala Dunia 2026 pertandingan Argentina melawan Swiss, bazar UMKM, hiburan musik, serta berbagai doorprize menarik.

Kegiatan diawali dengan nonton bareng pertandingan Argentina versus Swiss yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. Suasana penuh kebersamaan kemudian berlanjut dengan rangkaian Festival Mancing Ngarong yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Pembukaan festival ditandai dengan mancing ngarong secara simbolis oleh Walikota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, YM. H. Raja Muhammad Amin, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Batam, di antaranya Ketua DPRD Kota Batam H. Muhammad Kamaludin, dan lain lain

Dalam sambutannya, YM. H. Raja Muhammad Amin mengatakan Festival Mancing Ngarong bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat pesisir Melayu yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Mancing ngarong adalah tradisi yang lahir dari kearifan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan alam secara bijaksana. Tradisi seperti ini merupakan identitas budaya Melayu Batam yang harus terus dipelihara agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga bangga untuk melestarikannya,” ujar Raja Muhammad Amin.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai elemen lainnya menjadi kunci agar tradisi lokal tetap hidup sekaligus mampu menjadi daya tarik wisata.

“Jika budaya terus dirawat dan dikemas dengan baik, maka manfaatnya bukan hanya untuk pelestarian adat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengapresiasi penyelenggaraan Festival Mancing Ngarong yang terus berkembang setiap tahunnya dan tahun ini kepersertaan mencapai ratusan peserta.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat dipadukan dengan berbagai atraksi sehingga menghadirkan pengalaman wisata yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Festival Mancing Ngarong merupakan salah satu atraksi wisata bahari berbasis budaya yang menjadi kebanggaan Kota Batam. Keunikan tradisi masyarakat pesisir ini memiliki daya tarik tersendiri, terlebih ketika dipadukan dengan bazar UMKM, hiburan rakyat, dan nonton bareng Piala Dunia sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung,” kata Ardiwinata.

Ia berharap Festival Mancing Ngarong terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan Kota Batam.

“Kami akan terus mendorong agar event-event berbasis budaya seperti ini semakin berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi media promosi wisata bahari Batam sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi pelaku UMKM di kawasan Teluk Mata Ikan,” ujarnya.

Festival Mancing Ngarong VI kembali memperlihatkan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, Lembaga Adat Melayu, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Ratusan peserta dan pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Nongsa, menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda yang dinantikan setiap tahunnya. (Red)

Baca Lainnya

Kenaikan Harga BBM Berdampak, Pemko Batam Kendalikan Inflasi Lewat Kolaborasi TPID

29 Juli 2026 - 13:02 WIB

Menolak Klaim Perluasan Kampung Tua Batu Merah Yang Mencederai Kepastian Hukum Dan Hak Sah PT Sosor Tala Jaya

29 Juli 2026 - 08:37 WIB

Pemko Batam Perkuat Keamanan Siber, Sekda Firmansyah Tekankan Perlindungan Data

29 Juli 2026 - 08:10 WIB

Apel Razia Gabungan Kendaraan Bermotor, Tingkatkan Kepatuhan Pajak di Batam

29 Juli 2026 - 08:02 WIB

HKG PKK ke-54 Kota Batam, Amsakar Soroti Peran PKK Dukung Asta Cita dan Indonesia Emas 2045

29 Juli 2026 - 07:54 WIB

Trending di Batam