Menu

Mode Gelap
Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban 10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW TNI AD Perkuat Wilayah Perbatasan, Kepri Bakal Punya Kodam Sendiri Gubernur Ansar Lepas Ibnu Sina Batam Running 2026, Diikuti 1200 Pelari, Gairahkan Wisata Olahraga Usulan Batas Jabatan Ketum Picu Resistensi: Parpol Nilai KPK Masuk Terlalu Jauh ke Ranah Internal Bintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Batam

Diduga pelabuhan Jalur Tikus, Galangan Kapal di Batam Disorot

badge-check


					Diduga pelabuhan Jalur Tikus, Galangan Kapal di Batam Disorot Perbesar

AskaraNews.com-Batam-Dugaan praktik penyelundupan barang ilegal kembali mencuat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kali ini, sorotan mengarah ke area dugaan pelabuhan galangan kapal PT Marinatama Gemanusa Shipyard di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, yang diduga dimanfaatkan sebagai pelabuhan tidak resmi (jalur tikus).

‎Pantauan media, Sabtu (17/1/2026), menunjukkan sebuah truk bermuatan padat memasuki area galangan kapal dengan gerak gerik yang mencurigakan.

‎Berdasarkan informasi lapangan, jalur tersebut diduga digunakan untuk keluar-masuk rokok tanpa pita cukai, minuman beralkohol (mikol), serta barang elektronik tanpa dokumen kepabeanan yang sah.

‎Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas distribusi diduga berlangsung rutin, terutama pada malam hari, dengan melibatkan mobil box, truk, hingga speedboat atau kapal kecil.

‎Galangan kapal yang sejatinya berizin untuk doking dan perawatan kapal itu disinyalir menyimpang dari fungsi peruntukan usahanya.

‎Hingga kini, belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun Bea dan Cukai Batam, meski aktivitas tersebut disebut kerap berlangsung terbuka. Media juga mempertanyakan status kewenangan pelabuhan di area galangan tersebut.

‎Pihak PT Marinatama Gemanusa Shipyard belum memberikan klarifikasi hingga berita ini diterbitkan. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan lemahnya pengawasan terhadap jalur tikus di Batam, wilayah yang selama ini rawan praktik penyelundupan.

Baca Lainnya

Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban

26 April 2026 - 23:41 WIB

10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW

26 April 2026 - 22:33 WIB

Hadiri Halal Bihalal KKST Kepri, Amsakar : Apa yang Dibuat Ibu Li Nanti, Itu Kebijakan Saya!

26 April 2026 - 06:12 WIB

Berikan Rasa Aman di Hari Libur, Polsek Belakang Padang laksanakan Pengamanan Objek Wisata Pantai Pasir Putih

26 April 2026 - 05:26 WIB

Jaga Kekondusifan Wilayah, Polsek Belakang Padang Gelar Patroli Cipkon

26 April 2026 - 05:21 WIB

Trending di Batam