Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat. KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah Musancab PKB Brebes: Meneguhkan Kemenangan Politik Tahun 2029 HIMASAL Brebes dalam Tarikan Nafas Khidmat Masyayekh Lirboyo

Tanjungpinang

Pemko Tingkatkan Pendampingan Korban di Tengah Meningkatnya Kasus Kekerasan

badge-check


 Pemko Tingkatkan Pendampingan Korban di Tengah Meningkatnya Kasus Kekerasan Perbesar

Pemko Tingkatkan Pendampingan Korban di Tengah Meningkatnya Kasus Kekerasan

Kota Tanjungpinang – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Sebagian pelaku bahkan tercatat berasal dari kalangan usia sekolah.
Data UPTD PPA Kota Tanjungpinang mencatat, pada 2024 terdapat 80 anak menjadi korban kekerasan dan 12 anak sebagai pelaku. Angka itu meningkat pada 2025 menjadi 99 anak sebagai korban dan 18 anak sebagai pelaku.
Sementara kasus kekerasan terhadap perempuan juga meningkat dari 55 kasus pada 2024 menjadi 64 kasus pada 2025.
Sedangkan hingga April 2026, tercatat 32 anak menjadi korban kekerasan dan 10 anak sebagai pelaku. Untuk kasus kekerasan terhadap perempuan, terdapat 17 korban yang tercatat dalam penanganan UPTD PPA Kota Tanjungpinang.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama karena mulai banyak pelaku berasal dari kalangan pelajar.
“Ini yang cukup memprihatinkan. Anak-anak sekolah ada yang terlibat sebagai pelaku kekerasan. Ini menjadi PR kita bersama,” ujar Zulhidayat saat membuka pelatihan trauma healing dan pendampingan korban TPPO yang digelar DPPPAPM Kota Tanjungpinang di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (20/5).
Pemko saat ini mulai memperkuat pembinaan karakter dan pendidikan agama di sekolah melalui program mengaji 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
Menurut Zulhidayat, saat ini masih terdapat sekitar 300 siswa SD dan 600 siswa SMP yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Data tersebut sedang dipetakan untuk pembinaan tambahan.
Selain itu, pemerintah kota juga tengah menyiapkan program pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan melalui pendekatan sosial dan keagamaan bersama pegiat sosial.
Zulhidayat juga mengingatkan petugas layanan agar mengedepankan empati saat mendampingi korban kekerasan maupun TPPO.
“Korban yang datang harus dihormati dan dilayani sepenuh hati. Mereka membutuhkan tempat bercerita, didengar dan didampingi,” tambahnya.
Ia berharap petugas layanan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi pendamping dan pemberi semangat bagi korban.
“Manusia terbaik adalah manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain. Berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DPPPAPM Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, menjelaskan meningkatnya angka laporan juga menunjukkan mulai tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melapor kasus kekerasan.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti fenomena gunung es. Sekarang masyarakat mulai berani speak up,” ujarnya.
Pelatihan ini, lanjut Marzul, menjadi bagian dari upaya pemko dalam meningkatkan kapasitas petugas layanan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20-21 Mei itu diikuti 69 peserta dari kalangan guru SD dan SMP, aparat kecamatan dan kelurahan, kepolisian, Satpol PP hingga relawan pendamping korban.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kemampuan peserta dalam mendampingi korban secara responsif dan empatik dapat semakin diperkuat,” pungkasnya. (Red)

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:16 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:47 WIB

Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

11 September 2026 - 07:45 WIB

Trending di Tanjungpinang