Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas 24 Masjid Tangsel Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di Masjid Raya Bintaro Jaya

Kepri

DPK Tanjungpinang Siapkan Penulis Muda Angkat Budaya Lokal

badge-check


 DPK Tanjungpinang Siapkan Penulis Muda Angkat Budaya Lokal Perbesar

Askaranews.com, Kota Tanjungpinang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang mendorong lahirnya penulis-penulis muda yang mampu memperkenalkan budaya daerah melalui karya tulis kreatif.

Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Barat, Senin (18/5).

Asisten Administrasi Umum Pemko Tanjungpinang, Augus Raja Unggul, mengatakan pelestarian budaya lokal perlu diperkuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

Menurutnya, generasi muda perlu terus dikenalkan dengan budaya daerah agar tidak kehilangan identitas budayanya sendiri.
“Kalau tidak dijaga dari sekarang, lama-lama masyarakat bisa tidak lagi mengenal budaya sendiri,” ujarnya.

Ia menyebut budaya lokal dapat diwariskan melalui tulisan dengan mengangkat berbagai tema, seperti sejarah daerah, adat istiadat, kuliner Melayu, sastra, pakaian Melayu, permainan tradisional, pengobatan Melayu hingga teknologi maritim Melayu.
“Itu merupakan identitas budaya kita yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kalau tidak, budaya lokal bisa perlahan hilang di tengah arus globalisasi,” ucapnya.

Augus meminta peserta mampu menghasilkan tulisan yang menarik, mudah dipahami, serta membuat pembaca tertarik menuntaskan bacaan.
“Tulisan yang baik itu bukan sekadar bagus secara teknis, tapi juga bisa memberi manfaat dan membuat orang tertarik membaca sampai selesai,” tambahnya.

Ia berharap peserta nantinya dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing sekaligus ikut mendorong tumbuhnya budaya baca di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bimtek berbasis konten budaya lokal tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaan program yang didukung dana nonfisik dari Perpustakaan Nasional.

Peserta mendapat pembekalan teknik penulisan, pengenalan budaya lokal hingga penyuntingan karya.
Nantinya, tulisan peserta akan diseleksi dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi budaya lokal untuk dimanfaatkan di perpustakaan.

Menurut Meitya, Tanjungpinang memiliki tradisi literasi Melayu yang kuat, termasuk melahirkan tokoh besar seperti Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat.
“Ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan tradisi literasi Melayu yang sudah ada sejak dulu,” sebutnya.

Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma, menambahkan bimbingan teknis itu diikuti 100 peserta dari kalangan pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat umum dan berlangsung selama tiga hari, 18 hingga 20 Mei 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan karya-karya yang mampu memperkenalkan budaya lokal Tanjungpinang kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Sumber: MC TPI
Redaksi : JKH
Editor : Amka

Baca Lainnya

Goro ASN Pemko Tanjungpinang Mulai Ditiru Warga, Kini Jadi Kebiasaan

13 September 2026 - 01:16 WIB

Sekda Zulhidayat apresiasi Kodaeral IV mempercantik Pulau Penyengat.

13 September 2026 - 01:13 WIB

KB Gratis di 8 Puskesmas Tanjungpinang hingga 22 September, Ada IUD dan Implan

13 September 2026 - 01:08 WIB

Mulai 7 September 2026, Bank Pekreditan Rakyat Bestari Bertransformasi Menjadi PT. BPR Bestari (Perseroda)

11 September 2026 - 17:47 WIB

Gubernur Ansar Dorong Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis

11 September 2026 - 17:08 WIB

Trending di Kepri