Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Advetorial

Migrasi Tinggi Jadi Tantangan Pengendalian Pengangguran di Batam

badge-check


 Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau arus mudik, belum lama ini. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau arus mudik, belum lama ini.

Askaranews.com. Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menekan tingkat pengangguran terbuka di tengah tingginya arus migrasi penduduk yang masuk ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, tren penurunan pengangguran tetap berjalan, meski dihadapkan pada tantangan meningkatnya jumlah pendatang setiap tahun.

“Pengangguran di Batam menunjukkan penurunan, namun tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja,” ujar Rudi, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, Batam menjadi salah satu daerah tujuan utama pencari kerja di Indonesia. Tingginya minat masyarakat datang ke Batam dipicu oleh persepsi sebagai daerah dengan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Data tahun 2025 mencatat, jumlah penduduk yang masuk ke Batam mencapai 49.009 jiwa, sementara yang keluar sebanyak 31.353 jiwa. Dengan demikian, terdapat penambahan 17.656 jiwa pendatang baru.

Menurut Rudi, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap dinamika ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya persaingan kerja serta kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

“Selain jumlah pencari kerja yang meningkat, tantangan lain adalah kesiapan keterampilan tenaga kerja yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, terutama di sektor manufaktur dan ekonomi digital,” katanya.

Ia menambahkan, masuknya tenaga kerja dengan keterampilan terbatas turut memengaruhi kualitas sumber daya manusia di Batam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam menjalankan sejumlah program strategis, antara lain perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta penempatan tenaga kerja.

Selain itu, kolaborasi juga diperkuat dengan berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, hingga Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

“Sinergi ini penting agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal dan kualitas SDM terus meningkat,” ujar Rudi.

Pemko Batam optimistis, melalui langkah tersebut, pengangguran dapat terus ditekan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap positif.

*Batam Masuk Lima Besar Kota Migrasi Tertinggi*

Pemerintah Kota Batam terus menertibkan administrasi kependudukan seiring meningkatnya arus migrasi ke daerah tersebut. Hingga April 2026, tercatat sekitar 11 ribu pengajuan pindah masuk, dengan rata-rata mencapai 200 permohonan per hari.

Rudi Panjaitan, mengatakan tingginya mobilitas penduduk menjadikan Batam sebagai salah satu kota dengan angka migrasi tertinggi di Indonesia.

“Pemko Batam melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pendataan sekaligus sosialisasi aturan administrasi kependudukan kepada para pendatang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan, sebagian besar pendatang masih menggunakan KTP dari daerah asal, tujuan kedatangan pun beragam, mulai dari mengunjungi keluarga hingga mencari pekerjaan.

Rudi menjelaskan, tidak seluruh pengajuan pindah merupakan pendatang baru. Sebagian di antaranya merupakan warga yang telah lama tinggal di Batam, tetapi baru mengurus perpindahan domisili untuk kebutuhan administrasi kerja.

Untuk memastikan tertib data, Pemko Batam menerapkan sejumlah ketentuan, di antaranya kewajiban melampirkan surat penjamin dari keluarga, kesesuaian alamat pada KTP penjamin, serta pendaftaran bagi pendatang sementara sebagai nonpermanen.

Selain itu, layanan administrasi kependudukan kini semakin mudah diakses secara digital melalui aplikasi Lakse Batam dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Penataan data ini penting agar kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran,” kata Rudi.

Ia menambahkan, derasnya arus urbanisasi menjadikan Batam tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. (

 

Baca Lainnya

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

1 November 2026 - 12:30 WIB

Amsakar: Pendidikan Jadi Investasi Penting untuk Siapkan Generasi Batam Berdaya Saing Global

31 Oktober 2026 - 12:17 WIB

HUT ke-26 DPRD Batam, Amsakar Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan

31 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

30 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Trending di Batam