AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla Wonderfood Fest 2026 Dibuka, Dewi Ansar Dorong Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata Kepri Kapolri Tiba di Aceh, Langsung Menuju Ke Pidie Konferensi Pers Sabu 1,1 TON Suharyanto Gagas SIMAKDARA, Integrasikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kepri Diskominfo Kepri Dukung Integrasi TTE pada Aplikasi SMART DLHK

Dunia

Iran Sebut Tiga Poin Proposal Gencatan Senjata Dilanggar Jelang Negosiasi dengan AS

badge-check


 Foto: Iran’s Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf. Images regenerated by Gemini AI Perbesar

Foto: Iran’s Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf. Images regenerated by Gemini AI

AskaraNews.Com. Teheran-Iran menyatakan bahwa tiga klausul penting dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menjelang rencana perundingan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Jumat mendatang. Kondisi ini dinilai membuat peluang tercapainya kesepakatan damai semakin tidak realistis.

 

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (waktu setempat) mengungkapkan bahwa pelanggaran tersebut mencakup tiga hal utama, yakni pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, masuknya drone asing ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.

 

Dalam pernyataannya di media sosial X, Ghalibaf menegaskan bahwa situasi tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan pihak lawan dalam mematuhi kesepakatan awal. Ia menyebut, dalam kondisi seperti ini, pembicaraan bilateral maupun penerapan gencatan senjata menjadi tidak masuk akal untuk dilanjutkan.

 

Sementara itu, sumber dari Pakistan menyebutkan bahwa delegasi Iran tetap dijadwalkan berangkat ke Islamabad untuk mengikuti perundingan. Delegasi tersebut akan dipimpin langsung oleh Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

 

Di sisi lain, sempat muncul ketidakpastian terkait kehadiran delegasi Iran. Utusan Iran untuk Pakistan diketahui menghapus unggahan di media sosial yang sebelumnya menyebutkan bahwa rombongan Iran akan tiba di Islamabad pada Kamis malam menjelang perundingan yang dimediasi Pakistan.

 

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, dalam unggahan terpisah di X menyatakan bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, tetap menyambut baik rencana kedatangan delegasi Iran untuk melakukan “pembicaraan serius”. Namun, ia juga mengakui adanya skeptisisme akibat pelanggaran gencatan senjata yang berulang, khususnya oleh pihak Israel.

 

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat akan tetap berlangsung sesuai jadwal di tengah meningkatnya ketegangan dan saling tuding pelanggaran kesepakatan.

 

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

23 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

23 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Aktif Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Warga

17 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Trending di Nasional