Menu

Mode Gelap
Gubernur Ansar Ikuti Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026, Dipimpin Meko Polkam, Mendagri dan Kepala Bakom Gubernur Kepri Apresiasi Sinergi Aparat Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Bintan Pelari Kenya Siap Taklukkan Batam, Bima Arya Ikut Turun di Batam 10K 2026 KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik Audiensi dengan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Gemura: Anak Muda Harus Jadi Penggerak Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Wamen Dahnil Sambut PII Wati, Dorong Penguatan Dakwah di Kalangan Perempuan

Batam

Warga Sei Aleng Ajukan Audiensi ke Kepala BP Batam, Resah Ancaman Pengosongan Lahan

badge-check


 Warga Sei Aleng Ajukan Audiensi ke Kepala BP Batam, Resah Ancaman Pengosongan Lahan Perbesar

AskaraNews.Com. Batam-Warga Kampung Sei Aleng RT 03/RW 11, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, mengajukan permohonan audiensi kepada Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad. Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 9 Maret 2026 sebagai respons atas keresahan warga terkait rencana pengosongan lahan.

 

Dalam surat yang ditandatangani perwakilan warga, disebutkan bahwa mereka merasa tertekan setelah menghadiri rapat yang digelar Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam pada 25 Februari 2026 di Aula Mako Direktorat tersebut. Rapat itu membahas sosialisasi besaran kompensasi bangunan dan kebun warga di atas lahan yang masuk dalam pengelolaan PT Mega Indah Realty Development (MIRD).

 

Warga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Penindakan Aset dan Objek Vital BP Batam, Yosef Ardianus, yang memimpin rapat menyampaikan sejumlah poin yang dinilai sebagai ancaman. Di antaranya, warga diminta segera mengosongkan lahan, diberikan batas waktu hingga akhir Maret 2026, serta adanya kemungkinan tindakan penggusuran oleh tim terpadu.

Pernyataan tersebut, menurut warga, memicu kepanikan dan rasa tidak aman di tengah masyarakat. Terlebih, kondisi itu terjadi saat warga sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

 

“Kami merasa takut dan tidak nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Situasi ini sangat mempengaruhi ketenangan kami, terutama di bulan suci Ramadan,” tulis perwakilan warga dalam surat tersebut.

 

Melalui audiensi yang dimohonkan, warga berharap dapat menyampaikan langsung aspirasi serta kondisi yang mereka alami kepada Kepala BP Batam. Mereka juga meminta perhatian dan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat, khususnya terkait ancaman pengosongan lahan yang dinilai mendadak.

 

Permohonan audiensi ini turut ditembuskan kepada Wakil Kepala BP Batam sebagai bentuk harapan agar persoalan yang dihadapi warga Kampung Sei Aleng dapat segera mendapat solusi yang adil dan bijaksana.

 

 

Baca Lainnya

Pelari Kenya Siap Taklukkan Batam, Bima Arya Ikut Turun di Batam 10K 2026

12 Agustus 2026 - 14:06 WIB

KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik

12 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Amsakar Ikut Musnahkan 1,3 Ton Ketamine, Sinergi Aparat Gagalkan Penyelundupan Narkoba

12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam Periode 2026-2031

12 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Disbudpar Tinjau Pelaksanan SE Wako Batam Semarak HUT RI ke 81di Hotel dan Restoran

11 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Trending di Batam